Cagub Pakai Modal Milyaran Cenderung Punya Niat Buruk

0

TERASBINTANG.com – Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta 2017-2022, Riza Villano Satria Putra mengaku khawatir melihat para Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta yang mengeluarkan uang dengan jumlah yang sangat banyak.

“Milyaran rupiah sampai ratusan milyar, konon disiapkan sebagai modal pencalonan sebagai Gubenur,” kata Riza kepada terasbintang, di Jakarta, Senin (2/5/2016).

Saat ditanya terkait pencalonan dirinya oleh terasbintang, Riza mengaku tidak memiliki uang banyak, meski memiliki uang yang banyak, Riza tetap tidak akan mau menghamburkan uangnya tersebut hanya untuk pencalonan dirinya sebagai Gubernur.

“Saya mengeluarkan uang tetapi dalam batas kewajaran dan bisa dijangkau dengan pendapatannya. Saya mengeluarkan uang hanya dipakai untuk beli bensin, untuk foto copy persyaratan dan lain-lain”, ujar Riza.

Saya membayangkan Bakal Calon Gubernur lain yang konon menyiapkan uang sampai milyaran, Bagaimana kalau dia kalah..? Kasian, bisa stress.. tanya Riza.

Menurut Riza, yang lebih mengerikan lagi adalah bagaimana kalau dia menang? Modal sudah besar, pasti ingin kembali modal, bahkan ingin untung dong, akhirnya yang di rugikan siapa? Ya rakyat lah.. karena pasti si Gubernur ‘bermodal’ ini mulai mencari celah dapetin uang, bisa saja dia korupsi, bisa saja dia di modalin sama kaum tertentu yang memiliki kepentingan masing masing. Wal hasil, tetap saja rakyat yang di rugikan.

“Saya melihat pola pencalonan diri sebagai Gubernur DKI seperti membuka stan dimana-mana, atau blocking pencitraan secara massive membuat Riza bergidik ngeri. saya berdoa semoga mereka tidak menang, kalau menang bisa habis lah kita semua,”. Tegas Riza.

Riza merasa prihatin bukan karena dirinya tidak punya uang, tapi semata mata merasa khawatir melihat jabatan penting di Negari ini dijadikan ajang ‘pertaruhan usaha’ dengan besarnya modal yang dikeluarkan.“Ini sudah tidak benar, warga pun sebenarnya bisa menilai,” ucap Riza.

Riza mempertanyakan apa niat di balik modal besar tersebut? Bahkan seharusnya bahasa ‘modal’ ini diatur oleh undang undang seperti pembatasan biaya yang direncanakan untuk pencalonan sebagai kepala daerah. Kalau tidak di atur batas maksimumnya, waah.. bisa ke bablasan. Makanya timbul koruptor koruptor handal.

Riza juga menyatakan tidak takut dan gentar melihat Bakal Calon Gubernur yang konon ‘bermodal’ besar.Diri nya yakin bahwa sekarang jaman telah berubah.

“sudah nggak jaman, mau jadi Gubernur pakai ‘Modal banyak’, yang akan dilihat warga adalah ketulusan niat dan keberpihakan kepada warga, dan saya akan menjadi Gubernur yang berpihak kepada warga” ujar Riza.

Terlepas dari hal tersebut, Riza meyakini bahwa semua yang terjadi di dunia bukanlah suatu kebetulan, melainkan tersurat. Jadi kalau memang takdir Riza untuk membuat warga Jakarta tersenyum, maka terjadilah, tuup Riza.

“Tidak perlu mengeluarkan uang sampai puluhan bahkan ratusan milyar rupiah, cukup dengan Bismillah saja, ucap Riza sambil tersenyum.

KOMENTAR