Pernah Ketipu Jadi Dewan Pembina, Mantan Pimpinan KPK Ini Buka-bukaan soal Gafatar

0
loading...

TERASBINTANG.com – Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto ternyata pernah dilantik jadi Ketua Dewan Pembina Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Tapi, tak lama dari pelantikan itu, Bibit mengaku langsung mengundurkan diri.

Bibit mengaku salah langkah dan tertipu. Sebab, mereka melakukan pendekatan yang bagu kepada dirinya sehingga ia tanpa curiga menyatakan siap ketika ditawari bergabung dan menjadi Ketua Dewan Pembina.

“Jadi mereka deketin aku dan aku sih nggak pernah suudzon. Saya lihat mereka bagus kegiatan sosialnya, saya mau saja,” jelas Bibit berbagi pengalamannya, Senin (12/1/2016).

Ditambah, kata dia, setelah dirinya keluar dari KPK, ingin membentuk organisasi yang memperjuangkan pemberantasan korupsi,

“Aku kan saat keluar KPK ingin membentuk organisasi yang memerangi korupsi, dan aku pikir ini bisa sesuai. Tapi ternyata tidak, mereka nggak peduli dengan korupsi,” jelas Bibit.

Tak hanya itu, setelah kian memasuki organisasi itu, ternyata banyak keanehan ditemui Bibid. Mereka tidak salat dan mengakui ada nabi setelah nabi Muhammad.

“Ya saat aku tanya, mereka memang tidak salat. Karena ada messiah. Ada nabi setelah Muhammad. Wah nggak bener ini, akhirnya aku meminta bertemu pemimpinnya,” jelasnya.

Bibid akhirnya bertemu dengan pimpinan Gafatar bernama Moshadeq di Ciputat pada 2014. Bibid langsung menyatakan mundur di hadapan Moshadeq yang saat itu mengaku sebagai messiah.

“Aku nasihati mereka, mereka akan berhadapan dengan masyarakat,” jelasnya.

Selain heran dengan ajarannya, Bibit juga tak paham dari mana mereka mendanai aksi-aksi sosial yang jadi tameng ajaran-ajaran sesatnya. Mereka kerja bakti, bakti sosial kesehatan, donor darah dan lainnya. Namun setelah pengikut terjaring dimulailah program cuci otak dengan mengajak keanggotaan ini.

“Pendanaan mereka dari mana mereka nggak mau terbuka, hanya disebut dari iuran anggota. Mereka sudah punya cabang di 18 provinsi,” terang Bibit.

“Mereka menyebarkan ajaran agama secara sembunyi, berbalut kegiatan sosial. Aku tertipu,” imbuhnya. (SUM)

loading...