Luar Biasa!!! Kisah Kapolres Sabang, Nyamar Jadi Nenek Miskin Demi Ungkap Penyelundupan Gula

0
loading...

TERASBINTANG.com – Selain kisah heroik dari para polisi yang menumpas para teroris peledakan bom Sarinah Thamrin, ada pula kisah mengagumkan dari daerah barat pulau Sumatera. Betapa tidak, seorang kapolres rela menyamar jadi nenek miskin demi mengungkap praktik ilegal penyelundupan gula.

Dia adalah Kapolres Sabang, AKBP Nurmeiningsih. Praktik penyelundupan gula memang lagi marak dari Sabang ke Banda Aceh. Kapolres Nurmeingsih juga sudah lama curiga dan mengendus adanya permainan kotor itu.

Setelah memantapkan keyakinannya, akhirnya Kapolres Nurmeiningsih memutuskan untuk terjun langsung ke lapangan. Caranya dengan menyamar jadi nenek miskin yang dipekerjakan oleh para juragan.

Penyamarannya itu kemudian juga diupload ke youtube. “Ide menyamar jadi nenek-nenek spontanitas saja. Intinya kami ingin menelusuri bagaimana pola penyelundupan guna,” kata Nurmeiningsi.

Saat menyamar jadi nenek, kata Nurmeingsih, dirinya menjadi kurir layaknya warga biasa yang ingin membawa gula Sabang ke Banda Aceh secara ilegal. Dia sempat ditanya-tanya oleh mereka yang menjadi kurir di Pelabuhan Sabang. “Pemain baru ya, dari mana?” cerita Nurmeiningsih.

Benar saja, penyamaran itu berhasil menemukan banyak gula ilegal. Gula ilegal itu mau diseberangkan ke Banda Aceh dengan kapal penyeberangan. Biasanya para juragan menggunakan jasa perempuan setengah baya sebagai kurir atau perantara. Satu saknya para kurir mendapat upah sekitar Rp 20.000.

Kepolisian, menurut dia, terus berusaha menghentikan praktik penyelundupan tersebut. Cukong yang mengendalikan penyelundupan juga sedang ditelusuri. (SUM)

Lihat video penyamarannya di sini: Seorang Kapolres Sabang, Menyamar sebagai masyarakat miskin.

loading...