Ahok Bicara Deparpolisasi: Calon Independen Justru untuk Menyehatkan Parpol dari Monopoli

0

TERASBINTANG.com – Setelah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak berhasil mendapat dukungan PDIP dan memilih jalur independen untuk maju pada Pilgub DKI 2017, isu deparpolisasi berhembus kencang.

Isu itu dihembuskan pertama oleh PDIP. Sekretaris DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi bahkan secara terang-terangan mengatakan bahwa Megawati Soekarnoputri telah memerintahkan PDIP agar melawan deparpolisasi.

Perlawanan itu dilakukan dengan melawan calon yang maju dari jalur independen, yang tidak lain adalah Ahok. “Independen itu kan liberal. Maksud dan tujuannya sah, tapi tidak ada payung hukum dan Undang-undangnya,” kata dia.

Menanggapi isu tersebut, Ahok membantah sedang melakukan upaya deparpolisasi. Menurutnya, munculnya istilah itu dalam perhelatan Pilgub DKI justru lucu dan tidak relevan.

“Istilah deparpolisasi lucu. Deparpolisasi itu kan menghilangkan partai, sama aja menghilangkan negara. Kalau ada yang seperti itu, saya akan maju melawan,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Sebaliknya, kata dia, adanya calon independen seperti dirinya justru untuk menyehatkan partai politik. Saat ini, kata dia, banyak kader baik di partai politik, tapi karena partainya tidak sehat mereka tidak bisa muncul.

“Parpol waras menyetujui adanya calon independen karena parpol waras sadar partainya bagus tapi dikuasai orang-orang yang kurang bagus,” ujar dia.

Karena itu, kata Ahok, partai yang tidak waras itu perlu introspeksi. Jangan sampai suatu partai dikuasi dan dimonopoli oleh segelintir orang.

“Jadi adanya calon independen justru untuk menyehatkan parpol agar tidak dimonopoli oleh orang-orang tertentu yang mengatasnamakan parpol,” kata dia.  (SUM)

KOMENTAR