Ahok Jadi Tersangka, Bukti Polri Tak Bisa Diintervensi

0

TERASBINTANG.com – Mabes Polri mengumumkan hasil gelar perkara kasus penistaan agama yang diduga melibatkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mabes Polri resmi memutuskan kasus penistaan agama dilanjutkan ke tahap penyidikan dan menetapkan Ahok menjadi tersangka.

“Kesimpulan hasil gelar perkara. Mengingat terjadinya perbedaan pendapat yang sangat tajam di kalangan ahli, antara lain ada tidaknya unsur niat menista atau tidak agama hal ini juga menjadi perbedaan pendapat tim penyelidik yang berjumlah 27 orang di bawah Brigjen Pol Agus Adrianto sebagai Direktur Tindak Pidana Umum Mabes Polri,” kata Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto dalam konferensi pers di Gedung Rupatama Mabes Polri, Rabu (16/11/2016).

Meskipun tidak bulat namun Bareskrim Polri mengambil kesimpulan kasus ini dilanjutkan ke tahap penyidikan. “Setelah dilakukan diskusi tim penyidik dicapai kesepakatan meskipun tidak bulat didominasi pendapat disimpulkan perkara ini harus diselesaikan di peradilan yang terbuka. Konsekuensi proses penyelidikan ini dilanjutkan ke tahap penyidikan dengan menetapkan saudar Basuki Thahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka,” kata Komjen Ari Dono.

Pengamat Hukum, Fathor Rahman, menilai, keputusan tersebut adalah bukti bahwa Polri tak seperti anggapan sebagian orang yang dapat digunakan sebagai alat kekuasaan. Buktinya Polri bisa memutuskan hukum secara independen tanpa intervensi siapapun.

“Saya yakin ini adalah keputusan yang terbaik. Ini menunjukkan independensi institusi Polri.

Gelar perkara terbuka terbatas yang ditempuh penegak hukum dalam kasus ini, kata Fathor, memang tidak lah biasa. Ini adalah fenomena baru dalam sejarah penegakan hukum di Indonesia. Tapi, karena kasus tersebut menimbulkan atensi publik yang begitu luas, maka gelar perkara dilakukan secara terbuka.

“Gak ada masalah ya (gelar terbuka). Selama itu memang ditujukan untuk akuntabitas dan transparansi. meski pun memang gak biasanya. Ini terobosan hukum,” katanya. (za)

KOMENTAR