Ahok Salami Raja Salman, FPI dan GNPF Makin Nyongsep

0
loading...

TERASBINTANG.com – Hari ini, Rabu (1/3), Raja Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud berkunjung ke Indonesia. Kunjungan dengan rombongan keluarga besar Raja ini tentulah mempunyai makna penting bagi hubungan kedua negara. Bahkan, hubungan RI-Saudi nantinya tidak hanya berkutat di urusan haji dan tenaga kerja. Lebih dari itu juga akan merambah kerjasama sekto lainnya, seperti perikanan dan kelautan, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan.

Menariknya, dari beberapa tokoh yang ikut menyambut kedatangan Raja Salman di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, terlihat sosok Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal dengan nama panggilan Ahok.

Ahok diminta mendampingi Jokowi untuk menyambut kedatangan Raja Salman dan rombongan mungkin dengan dua pertimbangan. Pertama, Ahok adalah pimpinan di Jakarta. Sebagaimana kita ketahui bersama, Raja Salman pertama kali menginjak kan kaki ke Indonesia itu melalui Jakarta. Jadi wajar kalau Ahok yang merupakan gubernur Jakarta ikut menyambut kedatangannya. Kedua, Jokowi tidak mungkin membawa Ibu Negara, Ibu Iriana Widodo, mengingat Raja Salman yang berasal dari Arab tidak mungkin bersalaman dengan wanita yang bukan muhrimnya.

Saat ditanya apa yang bakal dilakukannya saat bertemu dengan Raja Salman, Ahok hanya menjawab : “Kalau menerima orang ya salaman dong,” kata Ahok di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (1/3/2017).

Saat bersalaman dengan Raja Salman, secara tidak langsung Ahok telah “menampar” pimpinan FPI, Rizieq Shihab serta para begudalnya. Bagaimana mungkin, Ahok yang selama ini selalu diteriaki “kafir” dan sedang terjerat kasus dugaan penistaan agama, malah mendapat kesempatan dan kehormatan untuk bersalaman dengan Raja Salman?

Para penghuni bumi datar dan yang secingkrangan dengannya pasti beranggapan bahwa orang yang paling tepat menyambut dan bersalaman dengan Raja Salman adalah Rizieq Shihab. Siapa yang tidak kenal Rizieq? Pimpinan FPI, Imam Besar dan hanya Rizieq yang bisa mengumpulkan 7 juta manusia dalam satu tempat yang sama. Kurang hebat apa coba?

Tapi kenyataan berkata lain, malah Ahok yang mendapat kesempatan dan kehormatan tersebut. Kalau sudah begini, mau tidak mau orang akan mengatakan bahwa tudingan “kafir” kepada Ahok yang dilakukan FPI dan para pendukungnya adalah tuduhan sesat. Jika Ahok kafir, bagaimana mungkin dia bisa menyambut raja penjaga dua kota suci umat Islam?

Dan secara tidak langsung juga, orang-orang akan menilai bahwa FPI tidak lebih dari sebuah ormas biasa.

Sebelumnya, Ahok berharap kedatangan Raja Salman bisa berdampak positif pada penambahan kuota haji. “Harapannya minimal kuota naik haji ditambah dong,” ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (27/2).

loading...