Ahok Tuding Mahar Partai Hingga Rp100 M, PKS: Jangan Sampai Senjata Makan Tuan

0

TERASBINTANG.com – Politisi PKS yang juga anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil, mengingatkan kepada calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk hati-hati mengeluarkan pernyataan.

Salah satu yang disoroti Nasir adalah pernyataan Ahok bahwa alasannya memilih jalur independen ketimbang parpol untuk bertarung di Pilgub DKI 2017 adalah mahalnya mahar politik.

Ahok menyatakan, butuh uang hingga Rp 100 miliar jika dirinya ingin didukung oleh dua partai. Untuk memulai kampanye dalam rentang waktu 10 bulan saja butuh Rp26 miliar. Itu masih perhitungan kasar. Angkanya, kata dia, sekitar Rp 100 miliar untuk dua partai.

Pernyataan Ahok itu, kata Nasir, telah mendiskreditkan partai politik. Karena itu, Nasir menantang Ahok untuk membuktikan ucapannya. Jangan hanya melempar kegaduhan tapi ternyata tidak punya bukti.

“Harus ada bukti. Jangan lempar kegaduhan baru. Jangan seperti serigala yang mau cicipi anggur tapi gak sampai,” kata Nasir di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (11/3).

“Kalau ada mahar ya buktikan seperti rekaman. Jangan seolah mendiskreditkan parpol,” imbuhnya.

Menurut Nasir, orang-orang partai seperti dirinya jelas terganggu dengan pernyataan Ahok itu. Sebab, kata dia, pernyataan itu akan melemahkan posisi tawar partai.

Namun, kalau Ahok punya bukti, kata Nasir, silakan tunjukkan. Tapi jika tidak punya bukti, pernyataan itu sudah keterlaluan.

Tak hanya itu, Nasir juga mengingatkan agar Ahok tidak terlalu sembrono. Sebab, kata dia, bisa jadi apa yang dia tudingkan akan menjadi senjata makan tuan.

“Definisi mahar harus proporsional. Jangan mungkin ada biaya kampanye itu disebut mahar politik,” kata dia.

“Kita tidak bisa menerima pernyataan tersebut. Saya anjurkan kalau dia maju tidak pakai partai, jangan diskreditkan parpol. Fokus aja. Saya harap dia tahan diri dan kunci mulut dan hati. Saya khawatir jangan sampai senjata makan tuan. Sebagai teman di komisi II dulu ya saya ingatkan ini,” imbuhnya. (SUM)

KOMENTAR