Arabisme Dinilai Jadi Ancaman Kebhinnekaan

0
loading...

TERASBINTANG.com – Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif (Buya) meminta pemerintah untuk bersikap tegas terhadap prilaku intoleransi yang saat ini dinilainya sudah melabihi ambang batas.

“Menyikapi masalah ini maka negara tegas akan sikap yang mengarah intoleransi ini,” kata Buya.

Menurutnya, sikap intoleransi tersebut sudah tergolong dapat mengancam masa depan kebhinnekaan.

“Pokok permasalahan ada pada sila kelima Pancasila. Keadilan sosila bagi seluruh rakyat Indonesia masih melayang-layang tinggi. Inilah yang menjadi celah paham radikalisme yang memicu sikap intoleransi. Ibaratnya rumput kering bagi munculnya fenomena-fenomena belakangan ini. Ditambah dengan sikap arabisme yang salah jalan dan diimpor ke Indonesia,” ujarnya.

Buya mengatakan ada pemahaman yang salah tentang Islam oleh beberapa kelompok Islam. Seperti halnya menganggap hal-hal yang berbau Arab adalah Islam. Termasuk juga adanya pandangan bahwa yang tidak sepemahaman beda golongan.

“Sikap-sikap yang seperti ini tidak dikenal dalam Islam. Bahkan dalam Al Quran juga tidak ada pemaknaan seperti ini. Lalu muncul anggapan Syiah, Sunni, dan kelompok lainnya,” ujarnya.

“Lalu orang muslim yang bukan Arab percaya semua yang daeri Arab itu Islam. Ini tidak tepat,” tegasnya.

Menurutnya, pengaruh dari ISIS telah masuk ke Indonesia. Meski tidak frontal tapi upaya mengganggu kebhinnekaan sangat terasa.

“ISIS adalah manifestasi dari peradaban Arab yang sedang bangkrut. Parahnya pemahaman dan ideologi di dalamnya mendapat angin sejuk di Indonesia. Salah satu infiltrasi melalui media sosial sebagai perantara informasi. Peradaban yang sedang bangkrut dan kita terima dengan sikap tidak kritikal. Indonesia saat ini tergolong rentan, jadi memang harus tegas dengan ideologi merusak ini,” tegasnya.

loading...