Astaghfirullah! Kaum Radikal Fitnah Wali Kota Solo Lakukan Kristenisasi Melalui Open House

0
loading...

TERASBINTANG.com – Sejumlah kelompok Islam garis keras ramai-ramai menanggapi miring acara open house menjelang Natal dan Tahun Baru 2017 yang digelar oleh Wali Kota Solo Rudy Hadyatmo di kediamannya, Minggu 25 Desember besok. Entah apa yang ada dalam pikiran orang-orang ini. Pasalnya, acara open house sudah biasa dilakukan oleh siapapun di momen-momen tertentu, seperti lebaran, natalan, atau hari-hari besar lainnya.

Rudy sendiri mengadakan acara open house sudah ke sebelas kalinya. Acara tersebut dilakukan murni sebagai wadah kebersamaan, ramah-tamah, untuk membangun keharmonisan sosial yang hakiki.

Namun, sebagian umat Islam rupanya masih keukeuh dengan pandangan konservatifnya bahwa apapun yang dilakukan oleh non-muslim selalu harus dicurigai dan dianggap membahayakan akidah umat Islam. Tak sulit mencari penadangan konyol seperti ini. Sebut saja, salah satunya, adalah Majelis Mujahidin. Menurut ormas Islam yang satu ini, acara open house tersebut adalah misi kristenisasi terselubung.

“FX Rudiatmo telah menyalahgunakan wewenangnya untuk misi kristenisasi secara intoleran. Penyalahgunaan wewenang yang tidak pernah dilakukan pejabat Muslim terhadap non Muslim,” jelas Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Ustadz Irfan S. Awwas, belum lama ini.

Ustadz ini pun menuduh umat Kristiani tidak pede gelar natalan, tanpa kehadiran umat Islam. “Sementara kaum Muslim tidak pernah mengajak non Islam untuk jumatan, Idul fitri dan Idul Adha bersama,” katanya.

Padahal, penyelenggaraan acara ini jauh dari agenda sebagaimana dituduhkan kelompok Islam garis keras itu. Rudy sendiri menegaskan bahwa surat edaran yang dikeluarkan oleh Sekda Pemkot Solo mengenai acara open house hanya bersifat pemberitahuan, bukan dalam rangka memaksa-maksa agama lain, apalagi harus memberikan sanksi.

“Kalau ada Surat Edaran itu sifatnya pemberitahuan. Bukan pemaksaan. Yang mau hadir silahkan, yang dak bisa hadir dak masalah. Dak ada sanksi,” kata Pak Wali Kota Solo.

Selain itu, Rudy juga membantah bahwa ada ritual keagamaan dalam acara tersebut. Acara itu kata Rudy, sekedar silaturrahmi biasa dan makan-makan, sangat jauh dari apa yang dituduhkan kelompok-kelompok itu.

loading...