Babak Baru Konflik Golkar di Awal 2016, Setya Novanto vs Ade Komaruddin

0
loading...

TERASBINTANG.com – Konflik di partai Golkar tak kunjung usai. Bahkan partai beringin itu membuka babak baru di awal tahun 2016 ini.

Ya, konflik baru itu mencuat setelah Setya Novanto melakukan rotasi di fraksi Golkar dengan membersihkan orangnya Ade Komaruddin, ketua fraksi lama yang kini ditunjuk menggantikan posisi Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI.

“Ada yang berspekulasi, bahwa perombakan besar-besaran pengurus Fraksi Partai Golkar dan pimpinan komisi serta alat kelengkapan atau badan di DPR pasca skandal papa minta saham dengan ditunjuknya Setya Novanto sebagai ketua fraksi, merupakan aksi balas dendam dan akan menggusur orang-orang Ade Komarudin dan orang-orang SOKSI, ya biar saja,” kata Bambang Soesatyo kepada wartawan, Rabu (6/1/2016).

Bambang sendiri yang juga disebut orangnya Ade juga digusur dari jabatannya sebagai Sekretaris Fraksi oleh Novanto. Sebagai gantinya, Novanto menunjuk Aziz Syamsuddin yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR RI.

Selain Bambang, Novanto juga menggusur Ahmadi Noor Supit dari Ketua Badan Anggaran. Karib yang sering membelanya di MKD, Kahar Muzakir, ditunjuk Novanto sebagai gantinya.

Supit sendiri adalah wakil Ade di SOKSI. SOKSI adalah Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) yang merupakan salah satu ormas pendiri Golkar. Saat ini, SOKSI diketuai oleh Ade.

Namun, hingga saat ini orang-orang yang digusur Novanto masih melawan. Mereka menilai, Novanto tak punya kewenangan merotasi alat kelengkapan DPR.

“Itu surat dari DPP. Baru versinya partai, sementara apa itu nanti di paripurna akan bagaimana ya, karena status partai kan belum sah,” ungkap Supit.

“Mengganti fraksi kan harus dari partai tapi partai belum diakui,” imbuhnya. (SUM)

loading...