Bagaimana Cara Orangtua Hadapi Masa Pubertas bagi Anak Perempuan?

0

 

TERASBINTANG.com –  Salah satu masa yang akan dilewati setiap orang adalah masa pubertas. Sebagian orang menyebutnya masa akil balig. Ia  adalah masa peralihan anak-anak menuju tahap kehidupan yang lebih kompleks.

 

Selain itu ada perubahan hormonal yang cukup signifikan sehingga mempengaruhi perkembangan fisik maupun psikis yang berujung pada kematangan seksual. Karena faktor kemajuan teknologi dan perkembangan jaman, kini anak-anak lebih cepat alami masa pubertas.

 

Agar tak salah langkah, orangtua harus mempersiapkan anaknya menghadapi masa puber, terutama anak perempuan yang ditandai dengan munculnya darah atau menstruasi.

Ratih Zulhaqqi, Psikolog anak dan remaja mengatakan bahwa usia masa pubertas kini sudah bergeser. Pada anak perempuan, jamak terjadi pada usia 9 atau 10 tahun. Maka menjadi kewajiban orang tua memberikan edukasi serta informasi tentang seksual. Perubahan yang terjadi adalah suatu yang alamiah terjadi pada setiap orang. Karena sangat mungkin pada awal perubahan ini akan menyebabkan anak menjadi tak nyaman.

“Yang pertama, anak perlu edukasi seks tentang menstruasi itu apa sih? Jadi perlu tahu ilmunya dulu, oh ternyata peluruhan sel darah merah, dan sebagainya. Di beberapa sekolah, di kelas 4, 5, dan 6 SD sudah memfasilitasi anak-anaknya dengan edukasi seks, karena sudah banyak anak kelas 4 SD yang mens,” ujar Ratih seperti dilansir dari detikHealth, Selasa (20/12/2016).

Orangtua harus menerapkan pendekatan yang dapat diterima dan dipahami oleh anak. Bantu jelaskan tentang perubahan biologis yang terjadi di dalam bagian tubuh. Belum lagi perubahan suasana hati.

“Anak juga perlu tahu menstruasi akan mengakibatkan apa saja di fisiknya dia? Misalnya sakit perut, sakit pinggang, payudara mengencang. Apa yang perlu mereka lakuin pas lagi dalam situasi itu? Tetap beraktivitas, tapi yang nggak terlalu berat, karena takut capek, kalau ada riwayat yang Hb (hemoglobin)-nya rendah, bisa minum vitamin,” lanjut perempuan berhijab ini.
Menerapkan diri anak untuk selalu menjaga kebersihan diri serta mengonsumsi asupan makanan yang bergizi, juga pelajaran lain yang tak kalah penting. Membantu menghadapi masa pubertas anak sangat penting dilakukan orang tua. Baik ibu maupun ayah, jadilah sahabat bagi mereka.

 

“Jadi informasi-informasi itu yang perlu didiskusikan sama anak kita. Nah nanti kalau sudah dikasih informasinya, dikasih tahu, gimana sih yang harus kita lakuin, membersihkan, kapan mesti ganti, kan ganti pembalut 4 jam sekali dan tetap makan-makanan bergizi,” pungkas Ratih.

 

loading...