Baharuzaman, Pelapor Megawati, Terancam Dilaporkan Balik

0
loading...

TERASBINTANG.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo angkat bicara mengenai pelaporan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri oleh mantan Ketua FPI Jakarta Utara, Baharuzaman. Pelaporan tersebut berkenaan dengan pidato Mega pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 PDIP yang menurutnya berisi penggalan yang menodai agama.

Menurut Tjahjo, pidato Mega harus dibaca secara utuh. Karenanya, pidato tersebut tidak dapat dibaca setengah-setengah.

“Tidak bisa hanya baca sepenggal. Kalau mengadukan Megawati, dalam konteks pidato, apakah sudah membaca alur pikirannya dengan baik?” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo seusai membuka Rapat Kerja (Raker) Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Jakarta, Rabu (25/1).

Hal tersebut disampaikan Tjahjo menanggapi adanya laporan terhadap Megawati ke Bareskrim Polri oleh pejabat humas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama, Baharuzaman. Baharuzaman menilai Megawati menistakan agama.

Tjahjo menyatakan, tidak ada permasalahan dari pidato Megawati. Menurut Tjahjo, Baharuzaman berpotensi dilaporkan balik, karena dugaan pencemaran nama baik. “Kalau mereka menggugat, pelapor bisa digugat balik, pasal pencemaran nama baik,” tegasnya.

loading...