Di Balik Pertemuan Jokowi-Prabowo, Kode Keras untuk SBY?

0

TERASBINTANG.com – Pertemuan Presiden Jokowi dengan bekas rivalnya di Pilpres lalu, Prabowo Subianto, punya makna penting dan mendalam. Ini bukan sekedar pertemuan biasa, melainkan punya pesan komunikasi politik yang lebih luas. Kedua negarawan ini saling bersambut sapa penuh keakraban. Bahkan, mungkin hanya Jokowi, orang pertama yang bisa menaiki kuda mahal Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Sebuah analisa poltik berjudul “Terkuak! Rahasia di Balik Pertemuan Jokowi-Prabowo” ramai dibincang jagat maya. Analisa ini menyebut enggel politik yang dimainkan Jokowi dalam pertemuan tersebut adalah terkait dengan hingar-bingar politik Pilkada DKI Jakarta, khususnya soal pengerahan massa Islam demo “Tangkap Ahok” tanggal 4 November besok. Melalui pertemuan ini, Jokowi memberikan sinyal bahwa hubungan dirinya dengan Prabowo baik-baik saja. Keduanya tak pernah saling tikam dari belakang.

Imajinasi publik yang ingin dibangun Jokowi adalah bahwa dirinya dan Prabowo relatif rilex dan saling mendukung demi Indonesia. Sekat kepentingan politik kekuasaan keduanya tak pernah mengorbankan negara dan keutuhan NKRI. Jika dikaitkan dengan Pilkada DKI, Prabowo tidak mungkin bersandiwara dengan mengerahkan massa 4 November. Betapa pun berbeda antara keduanya, Indonesia tetap menjadi tujuan.

Jika demikian, lalu siapa yang bermain dalam air keruh kemarahan umat Islam 4 November?

Analisa ini secara implisit menyebut SBY alias Susilo Bambang Yudhoyono. SBY lah yang memancing di air keruh kemarahan umat Islam melalui lobi-lobi dan jaringan gelapnya dengan ormas-ormas Islam, seperti HTI, dan lain sebagainya.

Analisa ini setidaknya muncul jika berpijak pada 5 rangkaian fakta yang saling berhubungan:

1. Bukan rahasia kalau Prabowo memang sikap dasarnya patriot. Karena itu ia selalu menjunjung tinggi kehormatan dan kepentingan negara. Beberapa bulan lalu SBY mengumpulkan para pimpinan parpol untuk menolak rencana tax amnesty di Cikeas. Dan Prabowo menolaknya di forum dengan alasan tax amnesty kepentingan negara, jadi jangan ditimpa dengan kepentingan politik macam-macam. SBY kabarnya marah.

2. Bukan rahasia juga kalau poros Kertanegara (rumah Prabowo di Kebayoran) dan poros Cikeas direncanakan bergabung dengan duet Anies-Sandi. Anies dibawa PPP/PAN ke Cikeas (silakan baca laporan TEMPO soal pertemuan Romy di kamar rawatnya Anies), Sandi dibawa Gerindra/PKS ke Kertanegara. SBY berkelit dan menikam dengan mengajukan Agus di saat akhir.

3. Belakangan terungkap bila ternyata bukan Anies-Sandi di belakang demo-demo anti Ahok tetapi justru tim AHY dan SBY. SBY masuk lewat Hizbut Tahrir dan menyediakan dana untuk demo di beberapa kota sekaligus melalui dua pengusaha yaitu WW dan CT.

4. Terungkap pula SMRC (semua tahu hubungan baik Saiful Mujani dan SBY) memainkan agen ganda dengan membenturkan Ahok dan Anies. SMRC sebenarnya dibayar Ahok untuk survei namun ia sengaja membenturkan Anies-Ahok dengan menyebarkan berita bahwa Anies di belakang demo anti-Ahok. Secara gamblang itu dilakukan oleh Ade Armando yang merupakan Direktur Komunikasi SMRC dengan memfitnah Anies soal Buni Yani dll bahkan ketika Anies sudah menelpon dan mengklarifikasi langsung ke Ade.

5. Bukan rahasia juga kalau Anies Baswedan dan Ahok berusaha membangun citra yang rileks dan hangat di beberapa kali acara, termasuk saat bertemu di penetapan nomer undian. Anies terlihat berbincang hangat dengan Ahok dan tampak pula mengenalkan anaknya pada Ahok. Demikian pula Ahok juga membangun relasi yang hangat dengan Anies. Termasuk juga Djarot yang berkomentar hangat dengan cerita bahwa Anies dulu pernah riset di Blitar kala dia jadi walikota. Berbeda dengan AHY yang (coba perhatikan di youtube) selalu canggung dan kikuk justru ketika bertemu Ahok.

Di bagian akhir, penulis bilang, “Jokowi sedang memberi #kodekeras ke SBY kalau dia dan Prabowo tidak terpancing. Dan bahwa Jokowi bisa mampir lagi ke Hambalangnya SBY”. (WP)

KOMENTAR