Beda dengan Ahok, Polisi Nilai Jalur 3 in 1 Bantu Urai Kemacetan

0

TERASBINTANG.com – Pihak kepolisian berbeda pandangan dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tentang  perlu tidaknya jalur 3 in 1 Jakarta. Anggapan Ahok bahwa jalur 3 in 1 tidak efektif atasi kemacetan dinilai polisi tidak tepat.

Selama ini, dalam penilaian polisi, jalur 3 in 1 sangat signifikan dalam mengurai kemacetan di jalan-jalan utama DKI Jakarta.  Karena itu, penghapusan jalur tersebut dinilai tidak tepat.

“Sebelum ada penggantinya 3 in 1 masih cukup bagus untuk mengurangi kepadatan pada jalan-jalan protokol,” kata Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya, AKBP Budianto kepada wartawan, Rabu (30/3/2016).

Namun demikian, Budianto menegaskan bahwa pihaknya sepakat dengan Ahok agar keberdaan Joki harus ditertibkan. Hal itu, kata dia sebetulnya sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) No 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum. Hanya saja, kata dia, leading sector penertiban Joki selama ini adalah Satpol PP.

“Bahwa seseorang tidak boleh menawarkan jasa sebagai Joki dan Pengemudi ranmor tidak boleh menggunakan jasa Joki,” kata dia membacakan Undang-undang.

“3 in 1 salah satu program Pemda DKI dalam bidang lalu lintas dan Angkutan jalan Pembatasan kendaraan. Tapi kalau ada gantinya 3 in 1 bisa ditinjau mungkin dengan memberlakukan ERP atau program lainnya,” imbuhnya. (SUM)

KOMENTAR