Begini Asal Mula Kalijodo Direbut Warga, Kata Ahok

0

TERASBINTANG.com – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak akan ciut meski ada perlawanan dalam menertibkan Kalijodo. Kawasan yang lekat dengan tempat prostitusi dan judi itu, kata Ahok, jelas-jelas berdiri di jalur hijau yang berarti tanah milik negara.

Bahkan meski ada yang mengaku punya sertifikat tanah, kata Ahok, penertiban pasti akan dilakukan. Pasalnya, sertifikat itu pasti tidak lewat cara benar karena transaksi jual beli tanah yang menjadi milik negara.

Ahok pun menceritakan asal mula Kalijodo yang milik negara itu diduduki atau direbut oleh warga secara tidak sah. Menurut Ahok, peristiwa itu berawal dari euforia reformasi.

“Pasca-reformasi jadi euforia semua tanah kosong diduduki, dipakai,” kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (22/2/2016).

Mulanya, kata Ahok, pemerintah berniat baik membantu warga yang kesulitan ekonomi dengan memberi kemudahan. Salah satu kemudahan itu adalah memberi izin untuk tanam sayur dan sejenisnya di tanah itu.

“Dulu juga ada surat dari pemerintah bantu karena ekonomi lagi sulit. Boleh menggarap untuk tanam sayur segala macam,” kata Ahok.

Namun, kata dia, kemudahan itu justru dimanfaatkan sebagian orang untuk membuat rumah dan membangun tempat usaha.

Saat ini, kata Ahok, Pemprov DKI Jakarta perlu membangun dinding turap (sheetpile) di Banjir Kanal Barat yang melintasi kawasan itu. Tapi, kata dia, pembangunan itu tidak bisa dilakukan kalau tanahnya diduduki masyarakat. Karena itu, Pemprov bertekad akan mengembalikan tanah itu pada fungsi awalnya.

“Kalau kamu temukan ada bangunan di atas sheetpile, artinya bangunan itu datang setelah sheetpile jadi. Itu teknologi sheetpile tahun berapa sih? Tahun 2000-an ke atas. Jadi semua kuasai lahan negara itu biasanya pasca-reformasi di Jakarta,” pungkasnya. (SUM)

KOMENTAR