Benarkah Ahok Menista Alqur’an? Ini Penjelasan Ahmed Zainal Muttaqien

0
Basuki Tjahaja Purnama

TERASBINTANG.com – Pro-kontra mengenai pernyataan Ahok soal Surat Al Maidah 51 di Kepulauan Seribu masih terus berlanjut. Bahkan Ormas Islam hari ini ramai-ramai memprovokasi massa untuk mendesak aparat segera menangkap Ahok. Puncaknya adalah pada 4 November 2016 nanti di mana gabungan dari berbagai Ormas Islam akan menggelar Demo Bela Islam II di Jakarta.

Tapi sebelum jauh-jauh membahas soal ini, sebagian banyak yang merasa ada lompatan logika di benak orang-orang yang menganggap Ahok menista. Mari kita simak penjelasan menarik dari ustadz Ahmed Zainul Mittaqien.

Aktivis intelektual yang juga pegiat sosial media, Ahmed Zainul Muttaqien ingin publik mencerna pernyataan Ahok dengan jernis, menggunakan nurani dan AKAL SEHAT tanpa tendensi atau kepentingan politik tertentu.

Ia memulai penjelasannya dengan mengutip pernyataan Ahok ini “Dibohongi pakai surat almaidah 51”. Sebelumnya, Ahok bilang “Jangan percaya sama orang”.

Dilihat dari kronologi pernyataannya, kata Ahmed, berarti jelas yang Ahok maksud berbohong adalah orangnya, BUKAN ayatnya. Orang adalah subjeknya dan almaidah 51 adalah “objek” yang dibawanya. Yang dia maksud berbohong adalah “Subjeknya”, bukan “objek” yang dibawanya. Dan objek yang dimanfaatkan untuk berbohong tertera pada kalimat selanjutnya “PAKAI SURAT ALMAIDAH51”.

“Ini sama seandainya saya berkata ‘Jangan percaya sama Aa Gatot. Kamu dibohongi pake ayat-ayat qur’an’. Yang saya maksud di sini, tentu bukan jangan percaya sama Qur’an, tapi jangan percaya sama Aa Gatot, kerana ia berbohong dengan memakai ayat. Bukan berarti ayat Qur’annya yang salah, tapi subjek yang membawa dan menggunakan ayat tersebut untuk berbohonglah yang sama,” katanya.

Menurutnya, kasus ini juga sama seperti teroris yang menggunakan ayat jihad untuk berbuat bar-bar atau wahabi yang menggunakan ayat istiwa’ untuk berkeyakinan Mujassimah terhadap Allah. Bukan ayatnya yang salah tapi subjek yang menggunakan dan memelintir ayat itu yang salah.

Itulah kenapa Ahok menggunakan tanda kalimat “Dibohongi Pakai Surat Almaidah 51”, bukan kalimat “Dibohongi oleh Surat Almaidah 51”. Sebenarnya, kata Ahmed, menafsirkan kalimat ini gampang, hanya ego kebencian yang mempersulit dan memelintirnya.

“Saya bukan pendukung Ahok. Bukan urusan saya jika ia terpilih nanti atau tidak karena KTP saya bukan Jakarta. Tapi saya merasa terpanggil untuk meluruskan hal sederhana yang tidak dipahami oleh OTAK kelewat sederhana yang ditutupi tendensi,” katanya. (za)

KOMENTAR