Bentuk Direktorat Khusus, Komitmen Polri Perangi Berita Fitnah Penebar Kebencian

0
loading...

TERASBINTANG.com – Polri semakin serius menyatakan perang terhadap isu hoax dan penebar kebencian yang ditelorkan oleh situs-situs abal-abal dan dikonsumsi secara masif di jagat maya. Salah satu komitmen Polri ini diwujudkan dengan rencana pembentukan direktorat khusus untuk hal tersebut dan menunjuk jenderal bintang satu sebagai direktur.

Melalui pos baru di jajaran polri yang khusus menangani jagat maya ini, diharapkan mampu menekan propaganda-propaganda kelompok yang senantiasa menyebarkan provokasi, kebencian, dan terorisme.

”Tahun depan kita akan terus menekan dampak negatif utamanya dari media sosial. Semua orang hari ini bisa mengupload apa saja sepanjang punya akses pada internet. Media sosial ini tidak bertuan,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Rabu (28/12) malam.

Di sisi lain, Polri juga menyinggung manfaat sosial media yang, menurutnya, dapat mendorong transparansi dalam segala bidang. Namun di sisi lain, juga bisa banyak negatifnya karena medsos dapat menyebabkan perpecahan. Polri akan menangani ujaran kebencian di medsos yang mengganggu masyarakat.

Kapolri juga menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam membagikan konten pemberitaan media yang tidak jelas sumbernya, apalagi yang bernuansi provokasi. ”Karena (berita palsu) kalau sudah viral akan sangat berbahaya,” sambungnya.

Untuk itulah, masih kata Tito, Polri akan meningkatkan kemampuannya menangani kasus-kasus di dunia maya khususnya medsos. Yang pertama Polri akan memperkuat Divisi Humas dengan membentuk Karo (kepala biro) Multimedia yang akan diisi oleh jenderal bintang satu.

Tugas 

Adapun tugas dan fungsi direktoran ini adalam menetralisir dan mengkalarifikasi berita-berita hoax yang menyebar secara masif di sosial media. Juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang larangan untuk menyebarkan beritahoax dan provokatif.

Sedangkan di level penegakan hukum, Tito melanjutkan, Sub-direktorat Cyber Crime Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) yang saat ini diisi oleh seorang Kombes dan berada di bawah Direktorat Pidana Khusus Bareksrim, akan ditingkatkan dan berdiri sendiri jadi Direktorat Cyber Crime.

Artinya, Direktorat Cyber Crime kelak akan diisi oleh seorang Brigen dan selevel dengan Direktorat Pidana Umum, Direktorat Pidana Khusus, Direktorat Tipikor, Direktorat Narkoba, dan Direktorat Tipiter.

”Di Badan Intelejen dan Keamanan (Baintelkam) Polri juga akan ada Direktur Kontra Intelejen, bintang satu, yang akan menangani medsos. Tugasnya untuk menangkal propaganda dan melakukan penegakan hukum bersama dengan Direktorat Cyber Crime,” lanjut Tito.

Saat ini di Baintelkam Polri baru ada Direktur A bidang politik, Direktur B bidang Ekonomi, Direktur C bidang Sosial Budaya, dan Direktur D bidang Keamanan Negara. Tak berhenti sampai di sini, khusus untuk urusan terorisme, pimpinan Densus juga akan ditingkatkan menjadi bintang dua.

”(Saat ini masih) Brigjen, nanti akan diisi oleh Irjen, di bawahnya ada Wakadensus (Brigjen) dan lalu ditambah juga ada Kasubden Cyber Crime. Nanti akan ada Perpresnya untuk ini semua. Di samping itu, di tingkat nasional, besok akan ada rapat terbatas pukul 15.00 WIB soal ini, “ lanjut Tito.

loading...