BIN Minta Wewenang Periksa Teroris, Praktisi Hukum: Sutiyoso Jangan Banyakan Maunya Deh!

0

TERASBINTANG.com – Setelah meminta kewenangan untuk melakukan penangkapan dan penahanan terduga teroris, kini Badan Intelijen Negara (BIN) kembali meminta penambahan kewenangan untuk memanggil seseorang untuk mendalami sebuah informasi (memeriksa).

Menanggapi hal tersebut, praktisi hukum Fathorrahman menilai, permintaan ini sama sekali tidak masuk akal. “Intinya begini, penindakan itu ranahnya kepolisian, bukan BIN. Tidak ada aturan dalam hukum tata negara kita di mana BIN bisa melakukan penangkapan, penahanan, maupun pemeriksaan. Kalo ini dipaksakan, tentu saja gak masuk dalam logika hukum kita,” kata jebolan hukum Universitas Brawijaya Malang ini, Selasa (1/3).

Lagian, kata Fathor, kalau BIN diberi wewenang menangkap, potensi palanggaran HAM makin nyata. “Sudahlah, BIN jangan kebanyakan maunya deh. Kalau memang kurang personel minta tambahan ya boleh lah… tapi jangan semua dimaui,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso mengusulkan adanya kewenangan tambahan bagi lembaganya dalam menangani separatis radikalisme dan terorisme Kewenangan yang dimaksudkan adalah bisa memanggil seseorang untuk mendalami sebuah informasi.

“Itu saja bukan menangkap seperti pekerjaan polisi,” katanya seusai rapat kerja dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen Senayan kemarin. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan usulan ini disampaikan agar bisa dimasukkan ke revisi Undang-Undang Nomor Tahun tentang. (fk)

KOMENTAR

loading...