Buni Yani Segera Diperiksa, Difokuskan Pada Kesalahan Transkrip

0

TERASBINTANG.com — Kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) semakin keruh tidak menentu arah akibat kesalahan transkrip Buni Yani seperti banyak beredar di dunia maya dan sempat menjadi viral.

Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan akan mengagendakan pemeriksaan terhadap Buni Yani untuk mengetahui kenapa bisa terjadi salah transkrip hingga mengakibatkan kegaduhan besar secara nasional.

“Ada satu yang dilaporkan namanya Saudara Buni Yani, menyatakan bahwa telah salah mengutip karena di kata-kata ‘pakai’-nya dihilangkan,” kata Kapolri.

Berdasarkan informasi ahli bahasa yang diterimanya, menghilangkan kata ‘pakai’ otomatis mengubah arti secara signifikan.

“Kita tanya kepada ahli bahasa pengertiannya kalau dibohongi ayat Al-Maidah 51 dengan dibohongi “pakai” Al-Maidah 51, itu kan beda, sangat beda sekali,” kata Tito.

“Kalau yang pertama dibohongi Al-Maidah 51 itu pasti yang dikatakan bohong adalah ayatnya, tapi kalau dibohongi ‘pakai’ Al-Maidah berarti bukan ayatnya tapi adalah orangnya, (maksudnya) jangan percaya pada orangnya.”

Oleh karena itu, pemeriksaan terhadap Buni Yani menjadi sangat penting agar diketahui duduk persoalan sebenarnya. Buni Yani belakangan mengakui memang ada kesalahan transkrip olehnya.

Sempat dikabarkan kesalahan transkrip Buni Yani suatu kesengajaan dengan tujuan mau memenangkan calon tertentu di Pilgub DKI Jakarta. Namun yang bersangkutan membantahnya.

Apakah bantahan pengakuan Buni Yani ini bisa dipertanggung jawabkan atau tidak, biar penyidik melalui proses hukum yang mendalaminya.

KOMENTAR

loading...