Busyro Sebut Isu SARA dalam Pilkada Sudah Kuno dan Tak Laku Lagi

0
Busyro Muqoddas

TERASBINTANG.com – Seruan agar Pilakda serentak 2017 tidak menggunakan isu SARA terus digaungkan oleh para tokoh agama. Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas mengatakan proses demokrasi yang benar berdasarkan kapasitas dan integritas, bukan pada SARA.

“Perlu ada gerakan demokrasi sehat menjelang Pilkada Serentak 2017 mendatang. Gerakan demokrasi sehat itu juga harus mengedepankan gerakan menolak SARA sebagai masyarakat yang tidak terbeli oleh kekuatan mana pun,” kata Busyro.

Proses pilkada, lanjut Busyro, harus dikembaliakn kepada demokrasi yang sesungguhnya, yakni memilih pemimpin berdasarkan kulaitas, bukan seberapa kuat modalnya.

Mantan Komisioner KPK ini mengatakan, isu SARA sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang sudah kehabisan modal, sementara sosok yang didukung tidak menunjukkan kapasitasnya.

“Memilih atau tidak pasangan calon yang berbeda agama, merupakan bentuk dari demokrasi,” ujarnya.

Menggunakan isu SARA dalam pilkada, kata Busyro, merupakan cara kuno yang sudah tidak laku lagi di beberapa daerah tertentu. Karena itu, jika masih ada yang menghembuskan isu SARA, hal itu termasuk dalam kategori hegemoni yang tentu saja diarahkan kepada dominasi kekuatan tertentu.

“Rakyat harus sadar, proses demokrasi harus dikembalikan kepada hakikatnya yakni untuk memilih pemimpin, bukan karena kekuatan modal atau permainan tim suksesnya,” tegasnya. (wp)

 

KOMENTAR