Buya Syafi’i: Negara Gak Boleh Biarkan Ormas Radikal Bikin Gaduh

0
loading...

TERASBINTANG.com – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengunjungi dua tokoh Muhammadiyah yaitu Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafi’i Ma’arif di Yogyakart pada Minggu (5/3/2017). Pertemuan itu membahas terkait realisasi bela negara.

Bela negara, menurut Syafi’i, merupakan salah satu cara untuk memperbaiki Syafi’i Ma’arif menilai bela negara adalah salah satu cara untuk menyadarkan ormas atau orang-orang yang bersikap radikal maupun menegakkan hukum bagi tindakan kriminal.

“Mereka juga bangsa kita. Ada juga yang kena pengaruh idiologi luar yang tak benar. Sadarkan atau tegakkan hukum. Enggak ada jalan lain,” kata Syafi’i di rumahnya, Perumahan Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Syafi’i berpendapat, radikalisme itu muncul akibat adanya ketidakadilan dan ketimpangan yang sangat tajam. Dia memiliki harapan besar terhadap kiprah Ryamizard dalam merealisasikan bela negara. Dia tak khawatir bela negara akan disalahgunakan oleh ormas-ormas radikal.

“Masak tentara kalah. Negara harus kuat. Enggak boleh membiarkan orang-orang itu bikin gaduh,” kata Syafi’i.

Ryamizard menekankan bela negara merupakan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia. Lantaran itu pula, penyiapan konsep bela negara yang sudah dilaksanakan dua tahun lalu juga menggandeng Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Menteri Pendidikan Nasional, juga Menteri Agama.

“Melaksanakan (bela negara) itu harus. Termasuk ormas yang radikal juga kami ajarkan bela negara,” kata Ryamizard.

Menurut Ryamizard, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Seperti melatih ormas untuk bela negara. Juga mengajarkan bela negara kepada warga negara sejak usia dini. Termasuk kegiatan Pramuka merupakan bagian dari bela negara. Dia berharap melalui bela negara akan membuat warga negara bangga dengan bangsanya dan mencintai negaranya.

“Ormas radikal ada yang ragu-ragu. Jadi kami dengerin dulu. Tidak ujug-ujug cinta dan bangga. Harus tahu dulu sejarah bangsa ini,” kata Ryamizard yang mengklaim sudah ada sekitar 70 juta warga negara yang mengikuti bela negara.

loading...