Catat! Isu Serbuan 10 Juta TKA China Itu Murni Fitnah, Yuk Lihat Data Sebenarnya!

0
loading...

TERASBINTANG.com – Rakyat Indonesia belakangan dibuat pilu dan resah dengan pemberitaan media abal-abal yang mengatakan bahwa Indonesia sedang dalam kerangkeng China. Salah satu sajian data “ngasal” mereka adalah serbuan 10 hingga 20 juta tenaga kerja asal China.

Isu tersebut menyebar dengan sangat masif sejak Pilpres 2014 lalu hingga hari ini dan bahkan mungkin sudah meracuni begitu banyak pikiran rakyat Indonesia. Meski sudah berkali-kali dibantah dan memang kenyataan puluhan juta itu tidak pernah ada, namun masih saja ada kelompok tak bertanggungjawab yang terus-menerus menyebarkan isu hoax itu.

Masifnya pemberitaan fitnah mengenai serbuan TKA China ini membuat pemerintah ramai-ramai angkat suara. Presiden Joko Widodo menegaskan jumlah tenaga kerja asal RRC hanya 21 ribu orang, bukan 10 juta atau 20 juta sebagaimana ramai diperbincangkan belakangan.

“Yang lebih gede adalah Jepang dan Korea Selatan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Silaturahim dengan Stakeholders Keuangan Syariah dalam rangka Satu Windu Surat Berharga Syariah Negara (Sukuk Negara), di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Sementara data di Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah tenaga kerja asing secara keseluruhan yang ada di Indonesia per November 2016 adalah 74.183 orang.

Dan Cina, dengan 21.271 tenaga kerja, menjadi negara yang paling banyak mengirimkan tenaga kerjanya ke Indonesia, dan Jepang berada di posisi kedua dengan jumlah 12.490 tenaga kerja.

Mereka banyak terbanyak tersebar di sektor perdagangan dan jasa.

Menakertrans Hanif Dhakiri mengatakan bahwa kementeriannya pada 2016 sudah memulangkan 700 tenaga kerja asing ilegal.

Dalam sebuah wawancara dengan salah satu media nasional, Hanif Dhakiri menengarai bahwa isu 10 juta TKA asal China punya motif politik yang memang sengaja dimainkan oleh kekuatan politik tertentu.

“Saya tidak mengatakan bahwa TKA iilegak dari China gak ada. Tapi isu serbuan 10 juta TKA itu politis,” ujar Hanif dalam wawancara itu.

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendgri), Tjahjo Kumolo. Menurutnya, pemberitaan mengenai jutaan tenaga kerja asing adalah bohong. Dia menyebut jumlah tenaga kerja asing China yang ada di Indonesia tidak mencapai jutaan.

“Yang berkembang di medsos ada puluhan juta WNA asing yang bekerja di Indonesia dari satu negara itu saya kira berita bohong,” tegasnya saat ditemui di Bappenas, Jumat (23/12/2016).

Dia menjelaskan, jika ditotal tenaga kerja asal Jepang, Korea dan China itu hanya 20 ribu orang saja. Dari masing-masing negara yang bekerja dengan Indonesia, kata dia, tenaga kerja yang dibawa hanya 10% dari jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.

“Paling banyak itu 10% dari tenaga ahli dan tenaga pekerjanya yang didatangkan, kita 3 negara saja hanya 20 ribu, ini yang harus dipahami dengan baik,” tukasnya. (za)

loading...