Cegah Jakarta Tenggelam, Pemerintah Akan Lanjutkan Proyek Tanggul Rakasasa

0
loading...

TERASBINTANG.com – Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan proyek tanggul giant sea wall di pinggiran pantai utara Jakarta akan dilanjutkan. Proyek yang sudah direncanakan sejak tahun 1990 di era Orde Baru itu bertujuan untuk mencegah Jakarta tenggelam.

Sebab, permukaan tanah di Jakarta setiap tahun menurun 12-23 centimeter (cm) akibat penyedotan air tanah. Bila tanggul raksasa tak dibangun, Jakarta tenggelam pada 2030.

“Studinya sudah mulai dari tahun 1990. Bukan dibuat pemerintahan ini. Studinya cukup lengkap. Ini dibuat dalam rangka keberpihakan pada rakyat. Saya sebagai Menko Kemaritiman, saya cek. Menteri Infrastruktur Belanda memberi laporan, ini tidak bisa tidak dilakukan. Penurunan tanah ada yang 12 cm, ada yang 23 cm per tahun. Kalau tidak dilakukan, Jakarta bisa tenggelam,” kata Luhut dalam coffee morning di Gedung BPPT, Jakarta, Jumat (24/3/2017).

Selain untuk mencegah Jakarta tenggelam, giant sea wall juga dapat menjadi sumber air bersih untuk warga Jakarta. “Sumber air kita pun kotor, kurang. Jatiluhur itu sudah bau airnya, banyak keramba ikan. Dari giant sea wall bisa dispulai 40% kebutuhan air untuk Jakarta,” paparnya.

Pihaknya telah meminta bantuan peneliti dari Korea Selatan, Belanda, dan Indonesia sendiri untuk melengkapi studi yang sudah ada terkait giant sea wall. Penyempurnaan kajian akan selesai dalam 2 bulan.

“Progres cukup bagus, studi kita minta dalam 2 bulan selesai, dilakukan Korsel, Belanda, Indonesia. Data awal sudah ada, mereka ingin melengkapi saja,” tutupnya.

loading...