Cegah Kekerasan Pada anak, TRC PAI Bali gelar Trainning Of Trainner

0

TERASBINTANG.com – Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak Indonesia (TRC PAI) Bali mengadakan acara Trainning Of Trainner (TOT) yang dihadiri sejumlah komponen masyatakat. Diantaranya guru PAUD, karang taruna, mahasiswa dan yang lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 26-28 Oktober 2016, di Gedung KNPI Provonsi Bali, Jalan Trengguli Denpasar.

Training ini rangka memberi pembekalan kepada masyarakat terutama relawan peduli anak untuk mengantisipasi kekerasan pada anak.

Berdasarkan data yang dimiliki Arist Merdeka Sirait, Ketua Umum Komnas Anak, Provinsi Bali sudah darurat Kekerasan anak sejak 2 atau 3 tahun lalu. Dia pun meminta masyarakat ikut terlibat aktif memberantas kekerasan anak.

img-20161026-wa0013

“Provinsi Bali sudah darutat Kekerasan Anak bahkan baru-baru ini di Kabupaten Karang Asem terjadi kejahatan seksual anak dengan cara diperkosa yang dilakukan secara bergerombol lebih dari 5 orang. Itu sekitar pertengahan Agustus 2016,” ungkap Arist Merdeka Sirait.

Ketua Tim Reaksi Cepat Indonesia Ida Ayu Alit Rahmadewi berharap, adanya TOT menjadi penyemangat dalam membantu  para peserta untuk memberantas kekerasan terhadap anak di Bali.

“Harapan saya dari kegiatan ini adalah para relawan dan guru paud mempunyai kemampuan untuk melakukan sosialisasi, penanganan kasus, advokasi, dan gerakan preventif dalam perlindungan anak, mengingat Bali sudah kategori darurat kekerasan terhadap anak diperlukan kepedulian dari semua pihak”, ucap Ida Ayu.

Training of Trainer ini dibuka oleh Kepala Badan BP3A Provinsi Bali Ni Putu Priharsini, S.H. Dalam sambutannya yang membacakan sambutan Wakil Gubernur Bali, Drs. I Ketut Sudikerta, mengatakan, anak-anak harus berkembang sesuai perkembangan usianya. Anak-anak harus dilindungi dari informasi yang tidak layak bagi tumbuh kembangnya.

“Berbagai informasi yang disampaikan pada jejaringan sosial maupun situt internet sering kali mengandung muatan pornografi dan itu harus dijauhkan dari anak-anak,” katanya.

KOMENTAR