Darussalam, Tokoh Peduli Anak Yatim

0
loading...

TERASBINTANG.com — Kecintaan Darussalam terhadap anak yatim sudah dimulai sejak belasan tahun silam. Dia melakukan kebaikan untuk anak- anak yatim meski tak disorot kamera dan dielu-elukan banyak orang. Ia begitu tulus mencintai anak yatim dan sudah dilakukannya semenjak 12 Tahun yang lalu.

Disela acara buka puasa bersama 300 lebih anak yatim di kediamannya di daerah Pekon Waysom, Kotaagung, Tanggamus, Lampung, 19 Juni 2017 lalu, Darussalam menceritakan pengalaman di dalam mendidik salah satu anak bernama Hendri dan Hendra. Keduanya saudara kembar.

“Perlu kesabaran yang luar biasa untuk mengasuh Hendri. Saya merasa mengurusnya seperti dapat ujian yang luar biasa bagi keluarga. Bahkan sampai – sampai istri saya pun sempat menyatakan tidak sanggup mendidik Hendri, karena ia memang cukup bandel sekali,” ujar Darussalam ketika itu.

“Namun saya tidak menyerah dan patah arang, walaupun kenakalan Hendri cukup luar biasa sejak dititipkan Almarhumah Ibunya. Hendri pernah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa untuk dites kejiwaan Hendri, untuk mengetahui apakah terdapat gangguan psikologis terhadap diri anak asuh saya itu sehingga menjadikan ia sebandel itu,” ulasnya.

Darussalam mendekatkan diri kepada Hendri. Dia kemudian curhat ingin sekali bertemu dengan saudara kembarnya, Hendra. Darussalam kemudian mencari saudara kembarnya tersebut meski cukup menyulitkan.

“Berbagai cara saya coba mencari Hendra, hingga meminta bantuan polisi. Pokoknya mereka harus dipersatukan biar Hendri tidak lagi uring – uringan dan hidupnya kembali bersemangat seperti anak – anak lainnya,” kata Darussalam.

Setelah ditelusuri oleh Darussalam, diketahui bahwa nenek yang mengasuh Hendra telah meninggal. Darussalam berupaya agar Hendra dibawa ke Lampung untuk diasuhnya bersama Hendri.

“Tapi sedikit terlambat karena Hendra sudah keburu diasuh oleh orang lain. Dia juga berganti nama dari Hendra menjadi Hutagalung dan beragama Nasrani,” tukasnya.

“Saya tidak putus asa dan mencoba dengan berbagai cara agar Hendri bisa saya dapatkan kembali dan bersatu dengan saudaranya Hendra. Akhirnya, saya mendapat jalan, dengan memberikan sejumlah uang sebagai penebus Hendra, akhirnya pengasuhnya bersedia menyerahkan Hendra kepada saya dan Hendri pun berjumpa dengan saudaranya itu,” katanya.

Namun sayangnya Hendra memiliki berperilaku kurang baik. Dia liar dan kerap mencuri.

“Saya putar otak kembali, bagaimana memberikan pelajaran untuk Hendra, agar berubah menjadi baik. Pada akhirnya, dibuatlah rencana untuk melaporkan Hendra ke Polisi dan menangkap basah perbuatan mencurinya itu. Akhirnya Hendra tertangkap dan ditahan selama 4 hari lamanya dikantor polisi,” cerita Darussalam.

Setelah 4 hari, Darussalam lantas membebaskan Hendra. Ternyata usaha memberi pelajaran untuk Hendra berhasil. Setelah itu dia berubah menjadi anak yang baik. Bahkan Hendra banyak belajar ilmu keagamaan. Hendra malah kini menjadi penghafal al- Qur’an

loading...