Dear Habib Rizieq!

0
loading...

Sebagian dari kelompok masyarakat Kristen telah melaporkan ente ke polisi karena menghina agama Kristen berkenaan dengan natal, yang tersebar via medsos dalam bentuk video. Aku termasuk salah satu dari sedikit orang yang tidak setuju untuk menjerat anda dengan pasal penistaan agama. Karena memag aku menolak “pasal karet” dalam penistaan agama itu sejak awal.

Saling mengucapkan selamat hari raya adalah bagian dari sopan santun sosial di masyarakat beradab yang ratusan tahun diikat oleh kesadaran nilai-nilai luhur “Bhinneka Tunggal lka” (Mpu Tantular, 1365 M) dan bukan soal aqidah atau masalah teologis.

Jika orang Kristen mengucapkan Selamat Waisak tidak berarti Juruselamat orang Kristen bukan Yesus lagi dan berganti menjadi Sidharta Gautama, begitu juga apabila orang Kristen mengucapkan Selamat Galungan tidak berarti nabi-nabi Alkitab berganti menjadi maharshi-maharshi Hindu.

Sama dengan kalau saya ucapkan “Selamat menempuh hidup baru!” kepada seorang teman yang menikah, tidak berarti istrinya adalah istri saya, atau saya harus berganti istri saya dengan istri orang lain yang saya beri ucapan selamat itu.

Lagi pula, dalil yang digunakan untuk menolak istilah Anak Allah “Lam yalid wa lam yûlad” لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan) itu juga tidak diimani oleh orang Kristen. Orang Kristen tidak percaya Allah itu beranak dan diperanakkan dalam makna fisik seperti yang selama ini dituduhkan.

Karena Yesus disebut Anak Allah: ٱبْنَ ٱللهِ (Ibn Allâh) bukan dalam makna biologis, tetapi dalam makna pernyataan diri Allah melalui Firman-Nya (Yohanes 1:1-18).

Jadi, tuduhan bahwa Tuhannya orang Kristen itu beranak, salah alamat. Iman Kristen tidak seprimitif orang-orang Arab pra-Islam yang menganggap bahwa dewi-dewi Mekkah: ٱللَّٰتَ (Al-Lâta), ٱلْعُزَّىٰ (al-'Uzzâ), dan مَنَوٰةَ (Manât) itu sebagai putri-putri Allah.

Otak ente cuma terlalu goblog untuk memahami bahwa di dalam setiap agama punya terminologi teologis masing-masing yg tidak bisa ditafsirkan seenak udel ente sendiri. (Sebenarnya aku enggan menggunakan kata “goblog” untuk ente… aku kuatir itu malah ente anggap sbg pujian).

Banyak ulama dan tokoh-tokoh besar Muslim di Timur Tengah tidak masalah mengucapkannya:

led Mîlâd Sa’idah, wa Sanah Jadîdah.
Kullu ‘Âm wa Antum bi-Khayr. Âmîn.

عِيدَ مِيلَادٍ سَعِيدَةً، وَسَنَةً جَدِيدَةً
كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ. آمِينَ

(Selamat Natal dan Tahun Baru.
Sepanjang Tahun Anda Berada Dalam Kebaikan. Amin)

Semoga ente tetap nyaman naik mobil mewah jeep wrangler rubicon, sementara ribuan pengikut ente cuma un-educated people yg mencari kompensasi di kehidupan berikutnya karena menjadi pecundang di kehidupan nyata hari ini; Yang lebih suka bicara dengan ‘kepalan’ daripada dngan ‘kepala’, yg lebih suka pake otot daripada pake otak.

Jojo Rohi

loading...