Demam Karangan Bunga Bentuk Perlawanan Silent Majority Atas Politik Identitas

0
loading...

TERASBINTANG.com – Demam karangan bunga saat ini tengah fenomenal. Hal ini berawal dari para pendukung Ahok-Djarot yang mengirim karangan bunga untuk idolanya itu sebagai ucapan terima kasih sekaligus dukungan akibat kekalahannya dalam kontestasi Pilgub DKI 2017 beberapa waktu lalu.

Demam ini kemudian menjalar ke sejumlah instansi pemerintah seperti ke Mabes Polri, Mabes TNI, serta beberapa polda seperti Polda Metro Jaya, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, dan DIY.

Ahli psikologi politik Hamdi Muluk menilai karangan bunga tersebut merupakan ungkapan hati dari kelompok yang selama ini diam melihat situasi negara yang gaduh. “Jadi, ini ekspresi dari silent majority,” ujarnya di Jakarta, kemarin (Kamis, 4/5/2017).

Menurut Hamdi, silent majority sebagian besar merupakan kalangan menengah ke atas yang kurang suka berekspresi dengan turun ke jalan sehingga memilih menggunakan karangan bunga. Mereka sudah lelah dengan penggunaan politik identitas dalam berdemokrasi.

Guru Besar Fakultas Psikologi UI itu mengatakan penggunan politik identitas seperti yang terjadi selama kampanye di Pilgub DKI Jakarta telah menimbulkan kecemasan tetapi mereka memilih diam.

“Sekarang mayoritas yang selama ini diam melihat adanya politisasi agama dan suku makin cemas karena menguatnya kelompok radikal, kelompok identitas, yang turun ke jalan.

Diketahui, setidaknya kemarin sore ada 1.101 papan karangan bunga yang menghiasi pekaranga Mabes Polri di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Karangan bunga tersebut berisi tulisan yang beragam. Mulai dari ucapan terima kasih kepada Polri yang sudah menjaga NKRI sampai desakan kepada Polri untuk menindak tegas kelompok radikal dan intoleran.

loading...