Demi Akuntabilitas dan Transparansi, Polri Datangkan Pihak ‘Luar’ dalam Gelar Perkara

0
Kadiv Humas Polri, Boy Rafli Amar

TERASBINTANG.com – Gelar perkara terbuka di Mabes Polri hari ini adalah pertama dalam sejarah penegakan hukum di Indpnesia. Pasalnya, dalam gelar perkara ini, Bareskrim menghadirkan pelapor maupun terlalpor, saksi ahli, serta pihak eksternal. Hal ini dilakukan, tentu saja, agar proses hukum dugaan penistaan agama Ahok berlangsung secara transparan dan akuntabel.

“Agar pengawasan lebih efektif, sehingga bisa dilihat apakah para penyidik memproses hukum kasus ini secara benar atau tidak,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di depan Gedung Rupatama, Jakarta, Selasa (15/11).

Meski gelar perkara terbuka terbatas tidak diatur dalam KUHAP, namun prinsip akuntabilitas sangat dibutuhkan. “Oleh karena ini menerapkan sistem terbuka. Kita ingin didasarkan suatu pandangan obyektif dari para ahli,” kata dia.

Pelapor maupun terlapor tidak harus hadir. Keduanya bisa diwakilkan oleh kuasa hukumnya masing-masing. “Kalau sifatnya terbuka nanti di pengadilan. Jadi kasusnya sudah sangat jelas ya nanti di pengadilan,” kata dia.

Setelah ini, kata Boy, pihaknya akan menentukan secara akurat apakah kasus tersebut layak ditingkatkan ke P21 atau tidak. Ia pun memastikan pihaknya akan mengumumkan hari kamis mendatang. (za)

KOMENTAR