Dengar Curahan Ibu Ini, Bupati Purwakarta Teteskan Air Mata

0

TERASBINTANG.com – Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, selama ini dikenal publik sebagai sosok yang tegar saat menghadapi berbagai serangan, seperti saat diserang Front Pembela Islam (FPI) karena kerap menggunakan sampurasun setiap kali memberikan sambutan di acara-acara kemasyarakatan.

Menjawab serangan FPI, Dedi, tampak meladeni dengan tenang tanpa raut sedih. Bahkan sebaliknya, Dedi tampil tegar seakan menantang FPI untuk berdialog secara fair.

Tapi, pemandangan itu berbeda saat Dedi didatangi seorang warga yang berstatus sebagai ibu rumah tangga, Areh (43) warga Desa Ciwareng, Kecamatan Babakan Cikao, Purwakarta.

“Saya baru bisa bertemu pak Bupati setelah saya bisa mendapatkan nomor HP SMS Center. Saya diberi oleh pegawai Rumah Sakit,” kata Areh.

Areh diterima Dedi di Rumah Dinas Bupati. Sambil duduk berhadapan, Areh menceritakan menceritakan kehidupan pribadinya yang serba sulit. Tanpa segan Areh mengatakan bahwa dirinya tinggal di gubuk reyot di atas tanah milik PTPN.

“Saya sejak bayi sudah dibuang orang tua. Saya diasuh orang tua angkat. Saya sekarang hidup dengan suami dengan keadaan sulit. Bahkan kedua anak saya terpaksa harus tinggal dan diasuh orang lain,” lanjut Areh.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dia bekerja sebagai tukang pijat dengan penghasilan tak menentu. “Kalau ada yang minta dipijat ngasihnya ya seikhlasnya, ada yang Rp 40.000, ya bagaimana yang memberi saja. Kalau suami saya nganggur,” ceritanya.

Mendengar curahan Areh, Dedi tak kuasa menahan air mata. Pipi Bupati nyentrik itu tampak basah.  Usai Areh bercerita, Dedi pun langsung menanggapinya dengan memberikan bantuan. “Listriknya hari ini kita pasang langsung ke PLN, selain itu kita bantu ibu Areh ini untuk kebutuhan sehari-harinya,” kata Dedi.

“Rumahnya gubuk nanti kita perbaiki, suaminya yang menganggur kita belikan domba atau kambing,” imbuhnya. (SUM)

KOMENTAR