Densus 88 Didemo, Dr Alfons: Jadikan Hukum Sebagai Parameter

0

TERASBINTANG.com – Baru-baru ini Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror  Polri kembali didemo. Para pendemo yang mengatasnamakan Muslimim Solo Raya (Misra) itu dipimpin langsung oleh putra terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir, Abdurrahim Ba’asyir.

Aksi demo kali ini dipusatkan di markas Polresta Solo agar menjadi perhatian nasional. Lewat jaringannya, mereka juga menggelar demo serupa di sejumlah daerah.

Menyikapi hali tu, pengamat kepolisian dan terorisme Dr Alfons Loemau mengatakan, Densus 88 adalah produk undang-undang. Dibuat sedemikian rupa dengan banyak pertimbangan terkait pemberantasan terorisme. Jadi, kata dia, penolakannya juga haruslah menggunakan parameter hukum.

“Mereka kan (Densus 88, red.) dibentuk dan diatur dengan undang-undang. Sejauh sepak terjang mereka tidak ada yang menuntut ya tidak ada masalah. Kalau ada masalah tinggal digugat. Parameternya hukum ya,” kata Alfons saat dihubungi terasbintang, Rabu (23/3/2016).

Jadi, kata dia, tidak serta merta suatu kelompok menggelar demo menuntut Densus dibubarkan. Apalagi, sejauh ini kinerja Densus cuku bagus dalam mengatasi terorisme di Indonesia. Karena itu, bisa dilihat manfaatnya bagi keamanan masyarakat dan negara.

“Jadi menurut saya begini. Suatu organisasi harus dilihat dari manfaatnya. Setiap lembaga negara harus dipertanggungjawabkan secara hukum dan memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat,” tegasnya. (SUM/RS)

KOMENTAR