“Densus tak Akan Tembak Mati Terduga Teroris, Jika tak Melawan…”

0

TERASBINTANG.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) angkat bicara mengenai kasus tembak mati Siyono, seorang terduga teroris, di Klaten Jawa Tengah, oleh datasemen khusus (Densus) 88 Polri. Menurut BNPT, penembakan tersebut tidak mungkin karena faktor kesengajaan.

“Polisi tidak mungkin melakukan penembakan jika si terduga tidak melakukan perlawanan,”ujar  Anggota ahli BNPT Wawan Hadi Purwanto, dikutip dari ROL. Menurutnya, sejauh ini, tembak di tempat dilakukan karena dua hal: melawan atau lari.

Ia juga memebeberkan data tembak mati yang dilakukan Densus 88. Menurutnya, dari sekian banyak kasus terorisme yang diusut, hanya 5 persen yang melakukan perlawanan, selebihnya tobat dan menyerahkan diri. Menurutnya, polisi tahu betul konsekuensinya. Jika main tembak, tentu akan menimbulkan dendam terhadap polisi.

“Ada yang mati lalu balas dendam. Makanya kenapa waktuitu ada UU Terorisme,”kata dia.

Wawan pun menegaskan, kepolisian dan BNPT mesti mewaspadai 5 persen dari napi terorisme yang hendak balas dendam tersebut. Kata dia, mereka yang sudah keluar dari penjara membentuk kelompok baru untuk balas dendam.

Wawan menjelaskan, upaya deradikalisasi memang tidak mudah. Menurut dia, sangat sulit bagi BNPT dan kepolisian untuk merubah narapidana terorisme karena menyangkut soal ideologi. “Tapi bukan berarti ini tidak berjalan. Karena 95% diantaranya berhasil untuk kembali ke jalan yang benar.”

Sebelumnya, aktivis HAM, Rozaq Asyhari, dari Pusat Advokasi Hukum dan HAM (Paham) Indonesia (13/03) meminta agar kasus kematian Siyono diusut. Menurutnya, Densus 88 memiliki tanggung jawab mutlak terhadap keselamatan Siyono karena dia adalah salah satu warga negara. Sedangkan, tugas Polri adalah memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.

“Bila memang Siyono diduga melakukan tindak kejahatan, tugas Densus adalah menghadapkannya ke pengadilan karena tugas Polri adalah sebagai penegak hukum, sebagaimana diatur dalam Pasal 5 UU Kepolsian” kata Sekjen Paham Indonesia tersebut, Ahad (13/3). (fk)

KOMENTAR

loading...