Desakan Pencopotan Dirjen Imigrasi Ronny Sompie Dinilai Tidak Beralasan

0

TERASBINTANG.com – Pengamat politik Indonesia Democracy network (IDN) Agung Sholihin menilai pernyataan Kepala Pusat Pengkajian Nusantara-Pasifik (PPNP), Haris Rusly, yang mendesak pencopotan Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie sangat tidak beralasan.

Sebelumnya, Haris mendesak pencopotan Ronny karena dinilai gagal menangkal arus imigran gelap dan tenaga kerja asing ilegal di Indonesia belakangan ini.

Kritik Haris bermuara pada dua hal. Pertama, kebijakan Presiden Joko Widodo yang meliberalisasi sektor imigrasi. “Katanya untuk tujuan menarik investasi dan wisatawan manca negara. Salah satu paket kebijakan Pemerintah yang sangat berbahaya tersebut adalah pembebasan visa kepada 170-an negara,” ungkap Haris Rusly, Rabu (14/12/2016) di Jakarta.

Kedua, lanjut Haris, adalah terkait kegagalan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM dalam membendung luapan para imigran gelap dan tenaga kerja asing ilegal yang masuk ke Indonesia, khususnya dari Cina yang menumpang perahu investasi.

Menurut Agung, kebijakan pemerintah meliberalisasi sektor imigrasi dan pembebasan visa bagi 170 negara murni semata-mata untuk menggenjot sektor periwisata yang nantinya akan berpengaruh terhadap penerimaan negara. Dan ini, kata Agung, memang sudah seharusnya dilakukan pemerintah, terutama di era keterbukaan ekonomi seperti saat ini.

“Ini sudah keniscayaan yang gak bisa dinafikan. Kita sudah menghadapi era keterbukaan ekonomi. Jika kita mau bersaing dengan dunia luar, otomatis harus ada terobosan kebijakan seperti ini. Kalau tidak, kita makin tertinggal,” katanya.

Selain itu, Agung juga menyorot kritik Haris yang menilai Dirjen Sompie gagal menghalau imigran gelap yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, pernyataan seperti ini sangat tidak masuk akal. Banyaknya imigran gelap yang tertangkap oleh Dirjen Imigrasi justru menunjukkan kualitas penegakan hukum yang makin baik.

“Imigran gelap itu problem setiap negara. Termasuk juga Indonesia. Kita menghadapi persoalan yang sama. Dari dulu hingga sekarang, kita belum bisa sepenuhnya terhindar dari kasus Imigran gelap ini. Cuma hari ini kita melihat aparat lebih jeli, cepat dan sigap. Makanya, sekarang kita sering lihat banyak imigran gelap yang ditangkap,” katanya.

Sebabnya, desakan untuk segera mencopot Ronny dari posisi Dirjen Imigrasi sangatlah tidak berdasar.

“Lagi pula, isu imigran gelap dan tenaga kerja asing ilegal itu kan tidak bisa langsung dipercaya begitu saja. Misalnya, isu soal masuknya 10 juta TKA asal Tiongkok. Ini kan hoax. Jadi, kita realistis aja lah ya,” katanya.

 

loading...