Desakan Pencopotan Kapolda Metro Jaya Adalah Ide Konyol

0

TERASBINTANG.com – Langkah Polda Metro Jaya dinilai berlebihan dalam menyikapi kericuhan AksiDamai411 dengan menangkap sejumlah kader Himpunan Mahasisawa Islam (HMI). Apalagi penangkapan tersebut dilakukan di waktu yang tidak tepat, represif dan melanggar KUHAP.

Demikian disampaikan anggota Tim Advokasi Muslim Indonesia, Tegar Putuhena, Rabu (9/11) malam. Ia bahkan mendesak Kapolri untuk segera mencopot Kapolda Metro Jaya atas kesewenang-wenangannya.

Menanggapi hal tersebut, pengamat Indonesia Democracy Network (IDN) Agung Sholihin sangat menyayangkan sikap PB HMI yang terburu-buru menuding Polri sewenang-wenang, represif, dan seterusnya.

Menurutnya, dalam menghadapi organisasi besar seperti HMI, tentu saja Polisi tidak bisa memperlakukannya seperti halnya ketika menangkap satu orknum saja atau bukan perwakilan organisasi. “Tapi kalau sifatnya adalah organisasi, apalagu sebesar HMI, SOP-nya tentu menjadi berbeda. Personel yang dilibatkan dalam penangkapan harus lebih banyak,” katanya.

Hal ini kata Amir bukan berarti Polisi represif. Apa yang dilakukan polisi adalah dalam rangka proses penegakan hukum terkait dengan adalah provokator yang mengakibatkan kericuhan di depan Istana 4 November lalu. Bila provokator semacam ini dibiarkan, ini akan berbahaya. emua orang bisa menggelar penghakiman sendiri tanpa prosedur hukum.

“Makanya, saya bilang, justru respon HMI lah yang berlebihan. Apalagi sampai mendesak supaya Kapolri segera mencopot Kapolda. Ini sudah benar-benar konyol,” katanya.

Menurut Amir, pihak PB HMI bisa saja nanti membuktikan di pengadilan jika memang personelnya tidak salah. “bagaimana pun ini masih proses. Nanti buktikan saja di pengadilan benar salahnya,” katanya. (za)

KOMENTAR

loading...