Dewan Masjid Nyatakan Mensalatkan Jenazah Kewajiban Syariat

0

TERASBINTANG.com – Berhubung dengan isyu atau berita tentang kasus sikap sementara umat Islam yang menyerukan tidak menjenguk saudara/sahabatnya yang sakit atau tidak menshalatkan jenazah pendukung salah satu pasangan calon gubernur DKI, maka Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) perlu mengeluarkan Siaran Pers sebagai berikut :

1. Bahwa sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Al-Sunnah Al-Nabawiyah, SYARI’AT ISLAMIYAH telah dengan jelas dan tegas menetapkan kewajiban dan hak syar’i antara sesama Muslim yang hidup maupun antara yang hidup dan yang meninggal dunia;

2. Bagi orang yang sehat dalam suatu lingkungan masyarakat/kampung telah ditetapkan kewajiban syar’i yang harus ditunaikan yaitu menjenguk saudaranya yang sedang sakit, sementara yang sedang sakit memiliki hak syar’i untuk dijenguk oleh yang sehat.

3. Selanjutnya, menshalatkan janazah saudara sesama Muslim adalah kewajiban syar’i bagi yang hidup dan hak syar’i bagi janazah untuk dishalatkan.

4. Jika kewajiban syar’i ini dengan sengaja ditinggalkan, maka berdosalah seluruh umat dalam lingkungan masyarakat/kampung itu;

5. Begitu pula laknat Allah lah bagi para penganjurnya dan orang-orang yang mengikuti karena dengan sengaja menyelisihi ketentuan Syari’at Islamiyah.

6. Seseorang bisa kehilangan hak syar’inya apabila secara sengaja dan terang-terangan (qashdan izh-haran) menyatakan kekafirannya atau permusuhannya (ma’shiyat) secara terus-menerus terhadap Islam;

7. Karena itu Dewan Masjid Indonesia menyerukan segenap umat untuk menunaikan kewajiban dan hak syar’i sesama umat sesuai tuntunan SYARI’AT Islam.

Demikian siaran Pers ini disampaikan demi terjaganya persaudaraan sesama Muslim (ukhuwah Islamiyah), sesama manusia (ukhuwah basyariyah), dan sesama anak bangsa (ukhuwah wathaniyah).

Jakarta, 11 Maret 2017

Sekjen

Imam Addaruqutni

loading...