Diancam dengan Pidana Seumur Hidup, Polda Metro Pastikan Bripka Triyono Dipecat

0

TERASBINTANG.com – Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Besar Dwiyono memastikan bahwa Bripka Triyono terlibat dalam pembunuhan istrinya sendiri, Ratnita Handriani. Menurutnya, Ratnita dibunuh Triyono dengan dibantu temannya, Mamad.

“Dibunuh dengan cara dibekap dengan bantal. Motif karena masalah pribadi dengan istrinya,” kata Dwiyono, Selasa, (29/3/2016).

Atas perbuatannya, Triono dan Mamad dijerat Pasal 340 juncto 338 KUHP dengan ancaman seumur hidup karena melakukan pembunuhan berencana. Tersangka yang berstatus anggota Pengamanan Obyek Vital Polresta Depok itu bakal dipecat dari institusi kepolisian.

Sementara itu, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Metro Jaya, Kombes Janner Pasaribu mengatakan, selain ancaman itu, pihaknya memastikan bahwa Triyono akan dipecat.

Pemecatan tersebut mengacu pada Peraturan Kapolri nomor 14 tahun 2011. Peraturan tersebut akan dipakai saat sidang kode Etik kepolisian.

“Dalam aturan tersebut, seorang polisi yang disangkakan hukuman diatas 5 tahun penjara akan dipecat. Jadi sekarang rujukannya ke pasal yang disangkakan,” katar Janner kepada wartawan.

Janner menjelaskan, apabila kemudian vonis hakim hanya 6 bulan, maka polisi yang disangkakan dengan pasal pidana diatas 5 tahun tetap akan dipecat oleh sidang kode etik.

“Sidang kode Etik baru akan dilaksanakan setelah putusan hakim, Tetapi dalam Perkap No 14 Tahun 2011 itu, sanksi PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) itu tidak mengacu pada minimal vonis yang didapat, tetapi dari ancaman hukuman pidananya,” jelasnya. (SUM)

KOMENTAR