Diboikot Kaum Sumbu Pendek, Penjualan Sari Roti Malah Semakin Meroket

0

TERASBINTANG.com – Masih ingatkah dengan aksi boikot Sari Roti oleh peserta aksi bela Islam 212 akhir tahun lalu? Ya, Sari Roti pernah diboikot oleh orang yang ngaku-ngaku tengah membela Islam dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diduga telah menistakannya.

Awalnya Sari Roti menuai pujian setelah foto pembagian roti gratis Sari Roti untuk peserta demo 212 jadi viral di media sosial. Peserta dan pendukung aksi tersebut berspekulasi bahwa perusahaan Sari Roti lah yang sengaja menggratiskan roti-roti tersebut untuk para peserta.

Namun, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, sebagai pemilik Sari Roti memberikan klarifikasi atas pembagian roti secara gratis tersebut. Intinya, Sari Roti membantah pernah menggratiskan roti untuk peserta demo 212. Roti-roti tersebut sudah dibayar lunas dan diminta untuk dikirim ke tempat aksi demo.

Selain itu, pihak Sari Roti juga menepis anggapan masyarakat bahwa Sari Roti mendukung aksi 212, karena memang pada dasarnya perusahaan Sari Roti tidak ikut berpolitik.

Gara-gara klarifikasi tersebut, yang awalnya memuji malah berbalik arah mengujat habis-habisan Sari Roti hingga muncul aksi “Boikot Sari Roti”.

Namun ternyata, setelah diboikot oleh peserta demo 212, penjualan Sari Roti malah naik tajam bahkan melampaui industri roti nasional.

Pada tahun 2016, Sari Roti mencatatkan penjualan Rp 2,52 triliun, meningkat 16 persen jika dibanding dengan penjualan 2015.

Pertumbuhan pendapatan Sari Roti yang tumbuh 16 persen itu melampaui pertumbuh industri roti nasional yang sebesar 8,5 persen. Hal ini didorong pertumbuhan volume, yang menunjukkan permintaan produk Sari Roti tetap kuat kendati daya beli masyarakat melemah.

Bahkan khusus di kuartal keempat (Oktober-Desember 2016), waktu dimana terjadi aksi pemboikotan, Sari Roti mencatatkan penjualan Rp 684,7 miliar, yaitu meningkat 13 persen dibanding dengan penjualan kuartal keempat 2015.

 

 

loading...