Dicecar 28 Pertanyaan, Ini Cara Buni Yani Menyelamatkan Diri

0

TerasBintang.com – Setelah menjalani pemeriksaan kurang lebih 7 (tujuh) jam di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2016), Buni Yani akhirnya memberikan penjelasan terkait video kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Puranama alias Ahok.

Buni Yani berbagi cerita dengan awak media ditemani oleh kuasa hukumnya Aldwin Rahadian. Dosen di sebuah perguruan tinggi di Jakarta ini pun memberikan pernyataan soal pemeriksaan tersebut.

“Jadi, pemeriksaan tadi ada 28 pertanyaan. Pertanyaan tersebut ada 8 poin utama tapi beranak bercabang seperti A, B, C D dan lain sebagainya,” kata Aldwin Rahadian usai menemani kliennya di Bareksrim Polri, Jakarta Pusat, hari ini.

Aldwin mengatakan kliennya tidak membantah telah menghilangkan kata “pakai” dalam keterangan video yang diunggah di sosial media khususnya facebook.

“Dinyatakan dengan jelas dan gamblang seputar video tersebut bahwa Pak Buni tidak pernah memenggal kata “pakai’ di video itu,” kata dia.

“Banyak akun lain selain Buni ini yang mengupload dengan durasi sama 31 detik. Dengan caption yang disampaikan. Jadi setiap akun yang mengupload, masing masing memberikan caption juga. Sebelum tanggal 6, Pak Buni upload sudah banyak yang transkip itu, satu hal bahwa video bukan disunting oleh Buni Yani,” sambungnya.

Selanjutnya, Aldwin siap memberikan bukti adanya akun di sosial media yang ikut menyebarkan video dan transkip video penistaan agama.

“Kalau mau mencari informasi atau bukti akun banyak akun yang kritisi sebelum pak Buni Yani akan kita siapkan,” katanya.

Namun, Buni selaku pengunggah video Ahok di hadapan warga kepulauan Seribu berkilah hanya menggungah ulang video yang didapatkan dari akun Media sosial, NKRI.

“Sama seperti apa adanya dengan yang saya dapatkan dari Media NKRI,” kata Buni Yani.

Buni juga mengaku bahwa ia tak merubah ataupun mengotak atik video Ahok yang diunggah ulang olehnya.

“Jadi, video yang saya dapatkan dari Media NKRI yang mengunggah video itu pada 5 Oktober, saya unggah ulang pada 6 Oktober tanpa ada perubahan apa pun,” kata Buni.

KOMENTAR