Ditanya Soal Penyaluran Bantuan ke Teroris Suriah, Bachtiar Nasir Bungkam

0

TERASBNTANG.com – Sebuah rekaman video youtube menampilkan warga Aleppo menyerbu sebuah markas eks teroris, Jaysh Al-Islam, untuk mengambil makanan sisa-sisa teroris. Video tersebut begitu viral di media sosial hingga detik ini.

Namun, betapa mengejutkan, mata kamera secara tidak sengaja menyorot tumpukan kardus dan kotak-kotak makanan yang bertuliskan Indonesian Humanitarian Relief (IHR). Artinya, logistik tersebut berasal dari Indonesia. Pertanyaannya, bagaimana mungkin bantuan rakyat Indpnesia yang seharusnya disalurkan kepada rakyat Suriah yang kelaparan di tempat pengungsian, malah berada di markas teroris, ada apa? Siapa sebenarnya IHR itu?

Setelah ditelusuri, ternyata IHR merupakan lembaga bantauan kemanusiaan yang dipimpin oleh Bachtiar Nasir, Ketua GNPF-MUI yang juga tokoh yang dikenal beraliran wahabi.

Setelah dikonfirmasi, Bachtiar Nasir menolak untuk mengomentari pemberitaan media dan video viral itu. Sebaliknya, ia menyerahkan kepada pengurus IHR untuk menjawab pertanyaan media mengenai video tersebut.

“Tentang IHR sudah saya serahkan kepada pengurus di kantornya. Mereka sudah saya beri hak jawab,” kata Bachtiar Nasir saat diwawancara melalui sambungan telepon.

Sebelumnya, IRH sudah mengunjungi alamat kantor IHR yang terletak di kawasan Tebet Jakarta Selatan. Tapi, rumah tersebut kosong tanpa penghuni. “Mereka berkantor agak siang. Maap sudah ya,” kata Bachtiar sambil menutup teleponnnya.

Sebelumnya, IHR mengkalarifikasi mengenai pemberitaan media yang menyebut bantuan IHR ke Suriah tidak pernah sampai di tangan yang berhak, melainkan jatuh ke tangan para pemberontak alias teroris.

Menurut IHR, pemberitaan media tersebut adalah fitnah. “Tuduhan IHR tidak menyalurkan (bantuan) untuk warga Suriah jelas tuduhan fitnah dan tidak benar. Pihak-pihak yang melakukan propaganda ini hanya menyandarkan pada satu dua potongan berita, tanpa mau melihat berita secara utuh.”

Sayangnya, dari sekian poin klarifikasinya itu, IHR bukan menjelaskan substansi pemberitaannya. Lebih dari itu, IHR malah sibuk menuduh pemberitaan tersebut didesain oleh kelompok yang memang tidak suka dengan bachtiar Nasir dan GNPF MUI.chti

loading...