Ditanya Soal ‘Setoran’ 10 M di Balik Demo Tangkap Ahok, Ormas Islam Ngeles

0
TERASBINTANG.com – Isu setoran 10 Miliar yang mengalir ke kantong sejumlah ormas Islam dari mantan petinggi negeri untuk menggelar demo besar-besaran “Tangkap Ahok” pada 4 November besok dibantah.
Koordinator massa khusus wilayah Jakarta Selatan Ardiansyah mengatakan, isu tersebut tidaklah benar. Ini, katanya, hanyalah permainan fitnah orang-orang yang memusuhi Islam.
“Bohong itu pak. Mana ada. Itu cuma fitnah saja orang-orang yang memusuhi Islam,” kata Ardiansyah saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Menurut Ardiansyah, demo tersebut murni dilakukan demi membela Islam dan Alqur’an agar negara tidak membiarkan penista agama bebas. “Kita lillahi taala demi ingin supaya penista Alqur’an ditangkap dan diproses secara hukum.”
Massa
Ardiansyah mengatakan, konsolidasi massa menjelang gelaran demo bela Islam II pada 4 November besok sudah hampir matang. Berbagai ormas, kelompok pengajian, ibu-ibu masjid, mahasiswa, hingga masyarakat umum akan turut menjadi bagian dari demo akbar ini. Yang mengejutkan, demo juga bakal dihadiri oleh massa dari luar Jakarta.
Untuk daerah Jakarta Selatan, Demo “Tangkap Ahok” ini sudah mengkonsolidasi lebih dari 1000an massa dari berbagai latar belakang. hal ini dkonfirmasi langsung oleh Koordinator Jaksel, Ardiansyah, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (31/10).
“Ada sekitar 1000an lebih. Ini terdiri dari berbagai kalangan seperti majelis taklim, ibu-ibu pengajian, mahasiswa, dan masyarakat muslim pada umumnya,” katanya.
Namun demikian, ia mengaku tak tahu data massa dari wilayah lainnya, seperti Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Namun satu hal yang pasti, kata Ardiansyah, demo tersebut akan berlangsung besar-besaran.
Minta Izin Presiden
Diakui Ardiansyah, massa dari berbagai wilayah dan derah akan berkumpul pada tanggal 4 di Masjid Istiqlal. Setelah itu, akan berangkat ke Istana Presiden. Tujuannya adalah mendesak Presiden agar segera memerintahkan Polri untuk menangkap Gubernur DKI Jakara, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
“Ya kita kan minta ijin dulu ke Presiden supaya Ahok cepat ditangkap. Polri kan katanya belum bisa mengusut karena harus ijin Presiden dulu. Ya kita mau jalan ke sana minta ijin supaya Ahok bisa langsung diusut Polri.”

Apakah ada kemungkinan keos? “Tidak,” kata Ardiansyah. “Ini adalah aksi damai. Kita tidak main kekerasan.”

Namun, katanya, jika Polri tidak kunjung menangkap Ahok, maka pihaknya akan menurunkan massa yang lebih besar lagi yang bisa jadi dampaknya lebih besar. “Ini kan cuma demo pembuka saja. demo besarnya ya nanti kita gelar.” (za)

KOMENTAR