Ditunda Jokowi, Menteri ESDM Tetap Ingin Tarik Dana Ketahanan Energi dari Rakyat

0
loading...

TERASBINTANG.com –Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengambil keputusan dalam rapat kabinet terbatas, Senin (4/1/2016), untuk menunda penerapan pungutan Dana Ketahanan Energi (DKE).

Sedianya, pungutan sebesar Rp 200 per liter Premium dan Rp 300 per liter Solar diterapkan mulai 5 Januari 2016. (Baca: Mulai Hari Ini Jokowi Kembali Turunkan Harga BBM, Ini Daftar Harganya)

Keputusan Jokowi itu dinilai menjadi sinyal bahwa menarik dana dari rakyat tidak disetujuinya. Tapi, Menteri ESDM Sudirman Said tetap ngotot akan menerapkan pungutan Dana Ketahanan Energi itu di lain waktu.

Sudirman mengaku, pihaknya perlu menarik dana dari rakyat karena sektor energi butuh dana besar untuk pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).

“Penundaan ini memberi kesempatan kepada semua pihak untuk terus memyempurnakan persiapan, baik berupa landasan hukum yang lebih kuat dengan stakeholders (pemangku kepentingan),” tutur Sudirman melalui keterangan resmi kepada wartawan, Selasa (5/1/2016).

Menurut Sudirman, wajar-wajar saja pemerintah menarik dana dari rakyat. Di negara lain juga melakukan hal sama. Negara kaya minyak seperti Norwegia pun, kata dia, telah membentuk dana semacam ini.

Norwegia memiliki DKE senilai 17 miliar dollar AS, ditambah Petroleum Fund senilai 836 miliar dollar AS. Adapun Inggris dan Australia memiliki DKE masing-masing 1,5 miliar dollar AS dan 1,8 miliar dollar AS.  (SUM)

loading...