Dukung HTI, Profesor Suteki Diberhentikan

0

TERASBINTANG.com– Kepala Program Studi Magister Ilmu Hukum (MIH) Pascasarjana di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, Profesor Suteki diberhentikan dari jabatannya untuk sementara waktu. Pemberhentian berlaku mulai Jumat (6/6/2018) besok dengan tujuan supaya yang bersangkutan fokus mengikuti sidang disiplin PNS.

Kabar tersebut dibenarkan Rektor Undip Yos Johan Utama. Dia menyatakan, pembebastugasan sementara Profesor Suteki sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS. “Bagi yang sedang memegang jabatan selama pemeriksaan akan dibebastugaskan. Saya sudah menandatangani (surat) bebas tugas itu. Sementara baru 1 orang,” kata Yos Johan dikutip dari Kompas.

Suteki diperiksa dalam dua sidang sekaligus, yaitu sidang kode etik di bawah Dewah Kehormatan Kode Etik (DKKE), serta sidang disiplin PNS di bawah Wakil Rektor II.

Pada sidang DKKE yang terdiri senat dan dewan guru besar, Suteki telah diperiksa pada Kamis (31/6/2018) lalu. Sementara sidang disiplin PNS baru akan dilakukan pada Jumat (6/6/2018) depan.

“Ini sudah dipanggil, ketua timnya Pak Darsono. Nanti memeriksa segala macam di tanggal 6 Juni. Tim ini mendengar pendapat banyak orang. Saya tidak sebut nama, tapi ini nanti akan berlaku untuk siapapun yang menjadi terduga,” katanya.

Yos Johan menambahkan, ketika seorang PNS diperiksa, maka yang bersangkutan harus dibebastugaskan. “Ditandatangani sekarang dan berlakunya 6 Juni. Dibebaskan sampai nanti ada putusan,” kata dia.

Undip hanya dapat melakukan pemberhentian sementara saat dilakukan pemeriksaan. Pemberian sanski nantinya oleh menteri Riset dan Pendidikan Tinggi. “Beliau ini golongan 4 itu bukan kewenangan rektor, tapi menteri. Kami memeriksa, sanski ada di menteri,” pungkasnya.

Sebelumnya, Suteki siap disidang oleh Majelis Etik Undip. Hal itu menyusul postingan dan pembelaan Suteki terhadap HTI yang ditulis di media sosial dan menjadi viral. Guru besar Undip itu minta ia dihadirkan di sidang itu untuk memberikan klarifikasi atas tuduhan membela HTI. “Hadirkan saya agar bisa klarifikasi. Misalnya tulisan saya salahnya di mana. Ini meme, atau caption itu dianggap keliru atau ndak. Undip harus kajian ilmiah, bukan kehendak politik,” tandas Suteki.

 

 

loading...