Dukung Kapolri, Aktivis Sebut Pembubaran HTI Tak Langgar UU

0
loading...

TERASBINTANG.com – Aktivis anti kekerasan, Agus Yohanes mendukung rencana Kapolri Jenderal Tito Karnavian membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurutnya, pembubaran HTI tidak melanggar Undang-Undang (UU).

“Kapolri bukan tanpa alasan menyampaikan rencana pembubaran ormas HTI. Pemerintah tidak melanggar Undang-undang jika melakukan pembekuan, apalagi jika ormas itu sudah meresahkan,” ujar Agus, Selasa (2/5/2017).

Negara, kata Agus, tidak boleh kalah dengan segala macam bentuk ormas intoleran yang mengancam Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia. Negara harus hadir menghadang pihak-pihak pengusung khilafah.

“Penolakan keras oleh Banser NU atas agenda khilafah juga bagian dari wujud untuk mempertahankan ideologi Pancasila. Kita meyakini, pemerintah tidak akan takut untuk membekukan organisasi yang mengancam kebhinekaan bangsa ini,” katanya.

Jika ormas pengusung khilafah tidak dibekukan, menurut Agus, maka akan semakin kuat dan mengakar. Keberadaannya pun akan dijadikan komoditas politik oleh kelompok tertentu untuk meraih kekuasaan di negara ini.

Agus meyakini, ada pihak yang dipastikan menolak keras pembubaran ormas tersebut. Padahal, pernyataan Kapolri Tito Karnavian memiliki dasar yang kuat, dan bukan serampangan.

“Pasal 59 dan 78 UU No 17 Tahun 2013 sudah mengatur larangan terhadap ormas, termasuk pembekuan organisasi maupun ancaman sanksi,” jelasnya.

loading...