Dukung Penertiban Kalijodo, Ketua DPRD DKI: Mekanisme Pemprov DKI Sudah Betul

0

TERASBINTANG.com – Hari ini Senin (29/2), pemerintah DKI Jakarta memulai proses penggusuran kawasan Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menilai, DKI sudah memulai proses penggusuran dengan mekanisme yang tepat.

“Sudah melalui mekanisme yang betul. Pertama ada SP1 lalu SP2 dan SP 3,” ujar Prasetio, Minggu (28/2).

Seperti diketahui, pemerintah DKI melayangkan Surat Pemberitahun 1 (SP 1) pada Kamis (18/2) lalu. Setelah keluarnya SP 1 tersebut, warga memiliki waktu 7 hari untuk mengosongkan bangunannya sebelum SP 2 diterbitkan.

Setelah 7 hari, SP 2 pun ditempel di kawasan Kalijodo, tepatnya pada Kamis (25/2).

Kemudian SP 3 diterbitkan pada 3 hari setelah SP 2 ditempel di Kalijido, yakni pada Minggu (28/2).

Setelah itu, barulah Pemprov DKI Jakarta melakukan pembongkaran Kalijodo yang dijadwalkan pada Senin pagi ini.

Menurut Prasetio, penertiban Kalijodo perlu dilakukan untuk mengembalikan fungsi kawasan Kalijodo sebagai ruang terbuka hijau (RTH).

Menurut dia, Jakarta membutuhkan lebih banyak ruang terbuka hijau agar bisa menjadi daerah resapan banjir.

Atas dasar itu, Prasetio menilai pembongkaran Kalijodo untuk pembangunan RTH adalah keputusan tepat yang harus segera dilakukan.

“Masalah Jakarta itu kan macet dan banjir kan, kita memerlukan daerah resapan dan ruang terbuka hijau lebih banyak.” ujar dia.

Prasetio juga yakin penertiban hari ini akan berlangsung kondusif tanpa perlawanan. Apalagi, sebagian besar warga sudah direlokasi ke rumah susun. (fk)

KOMENTAR