Efek Demo 2 Desember, Ritel Anjlok. Siapa Bertanggung Jawab?

0

TERASBINTANG.com — Peremonomian anjlok atau kurang bergairah, yang selalu disalahkan adalah pemerintah. Padahal masyarakat punya andil besar menghancurkan perekonomian yang dengan susah payah dijaga stabilitasnya oleh pemerintah.

Salah satu buktinya, demo 2 Desember yang digagas oleh kelompok mengaku-ngaku pembela fatwa MUI punya andil besar menurunkan perekonomian khususnya di sektor ritel.

“Dampaknya sudah pasti sangat merugikan, tapi yang mulai anarki dan jadi negatif ini kan sudah tidak tercapai lagi tujuannya,”kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani, di Kantor Kadin, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Bos Sahid Grup ini menyatakan demo 2 Desember seharusnya tidak terjadi karena Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) sudah diproses secara hukum.

Hariyadi menegaskan gerakan massa seperti demo membuat perekonomian menurun,lemah, dan anjlok. Jika sudah begini, apakah pemerintah harus selalu disalahkan? Bukankah kita sebagai warga negara harus menjaga stabilitas perekonomian ?

Jika aksi damai 2 Desember nanti dialihkan isunya ke isu tuntutan UMP 2017, kata Hariyadi, demo juga tidak relevan dilaksanakan karena buruh dan organjsasinya bisa menempuh jalur yang lebih elegan.

“Saya enggak tau apa pengalihannya isu UMP. Kalau UMP ya ajukan gugatan aja nggak usah kerahkan masa lagi. Seperti pengusaha, kita kalau dirugikan kan prosesnya kita jalankan dengan proses hukum walaupun akhirnya kami ada yang mengalah tapi kami tidak mengganggu ketertiban umum,” pungkas Hariyadi.

KOMENTAR