Fatwa Sering Jadi Duri Integrasi Bangsa, PBNU Dorong MUI Segera Direformasi

0

TERASBINTANG.com – Ketua Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Imam Aziz mendorong supaya segera dilakukan reformasi di tubuh MUI. Hal ini berkaitan dengan fatwa yang yang dikeluarkan justru seringkali menimbulkan disintegrasi bangsa dan kesenjangan sosial.

Salah satu contoh fatwa yang memantik ketegangan adalah fatwa penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“MUI harus direformasi baik secara kelembagaan maupun fatwa yang dikeluarkan,” ujar Imam dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, Senin (21/11).

Menurutnya, selama ini banyak masyarakat yang belum paham kedudukan MUI, terutama soal apakah ini adalah lembaga agama resmi milik pemerintah atau tidak. Dan, batasan serta cakupan fatwa yang dikeluarkan selama ini juga tidak jelas.

Misalnya dalam kasus Ahok, fatwa MUI dalam hal ini seharusnya tidak menjadi acuan dalam penegakan hukum. “Fatwa ini sebenarnya tidak ada kedudukannya di konstitusi. Tapi kadang jadi acuan aparat,” katanya.

Di samping itu, langkah yang dilakukan kepolisian untuk memeriksa Ahok juga dinilai telah cukup.

Tak jarang fatwa yang dikeluarkan MUI, menurut Imam, dianggap sebagai acuan mutlak yang harus ditaati. Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan kebingungan di masyarakat.

“Jadi harus dijelaskan pula soal aturan internal MUI yang bisa diakses oleh masyarakat agar tidak terjadi kebingungan,” ucapnya.

KOMENTAR