Gelar Pengajian Akbar, FPI ‘Serang’ Ahok dan Paramadina, Ceramah Agama atau Kampanye?

0
Ilustrasi demo FPI

TERASBINTANG.com – Front Pembela Islam (FPI) menggelar pengajian rutin. Kali ini, pengajian akbar digelar di Jalan Bekasi Timur VI RT/RW O9/04, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur. Pengajian tersebut digelar atas kerjasama dengan majelis ta’lim Basaudan. Tampak ratusan laskar FPI memadati jalan, tempat pengajian digelar.

Dalam ceramahnya, Ketua Umum DPP FPI Sobri Lubis menyinggung status non-muslim dalam berbagai hal. Secara umum, ada tiga hal yang dibahas mengenai non muslim, antara lain: kedudukannya di akhirat kelak, pernikahan antar agama, dan kepemimpinan non-muslim.

Belakangan ini, FPI memang cenderung banyak membahas tema ini dalam berbagai ceramahnya. Apakah memang murni betul-betul berjuang kejayaan Islam, atau sekedar numpang kampanye politik menjelang Pilgub DKI, atau dalam istilah lain “menyelam sambi, minum”, tentulah FPI yang lebih tahu maksud dan tujuannya.

Dalam konteks kedudukan non-muslim di akhirat, menurut ustad Sobri, sudah jelas bahwa se-bejat dan se-buruk apapun orang, selama dia beriman kepada Islam, masih ribuan kali lipat lebih baik dibanding dengan orang kafir yang baik.

“Ada orang kafir yang baik, baik banget semasa hidupnya. Membantu sesama, dermawan, mengasihi yang lain, bikin rumah sakit gratis, tapi tetap saja masih lebih baik orang Islam yang paling bejat di dunia,” katanya.

“Kalau orang Islam yang bejat, dimasukkan ke neraka, setelah dosanya habis, dimasukkan ke surga. Tapi sebaik apapun orang kafir, selamanya uda di neraka. Gak keluar-keluar lagi dia. kata Allah, amal kebaikanmu sudah dibals di dunia, uda gak ada lagi sekarang,” tambahnya.

Selain itu, ia juga membahas perkawinan antar agama. Menurutnya, nikah antar agama dilarang dalam Islam. Baik perempuan maupun laki-laki muslim haram hukumnya menikah dengan pria-wanita kafir.

Namun, lanjut Habib, ada satu lembaga di Indonesia yang membolehkan pernikahan antar agama. namanya Paramadina. “Tapi ada di kita namanya Paramadina. Nah, kalau mau menikahi orang kafir, datang aja tuh ke Paramadina. Dinikahkan tuh di sana. Udah selesai,” katanya.

Menurut habib, Paramadina adalah tempat di mana orang beda agama bisa dinikahkan. Padahal, ia mengklaim dalam Islam sama sekali tidak boleh.

Terakhir, ia menyentil kepemimpinan non-muslim. Menurutnya, orang kafir diharamkan oleh Allah untuk menjadi pemimpin. Pernyataan tersebut adalah terkait dengan Gubernur DKI Jakarta Non-Aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Sebaik apapun kinerjanya, bangun ini, bangun itu. Ngasih layanan kesehatan gratis, tetapi selama dia orang kafir haram dipilih. Masih ada yang mau dukung kagak,” katanya kepada jamaah.

Dari ceramah keagamaan di atas, tampak begitu jelas arah mata angin politik FPI di Pilgub DKI Jakarta. Pernyataan terkait Paramadina, bisa jadi adalah sentilan-sentilun untuk Anies Baswedan yang merupakan mantan Rektor Universitas Paramadina, yang kebetulan ikut berlaga di Pilgub DKI.

Sementara itu, tentang kepemimpinan non-muslim, jelas menyerang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang juga kembali maju sebagai cagub. Apakah ini pertanda bahwa FPI memang mendukung Agus Harimurty dan Sylviana Murni? Wallahu A’lam. Namun, satu hal yang pasti, umat Islam tahu bahwa tidaklah etis kiranya bila ada konten kampanye politik dalam ceramah agama. (za)

KOMENTAR

loading...