Gema Jakarta: Tamasya al-Maidah Dibuat Setelah Instruksi PDIP

0
loading...

TERASBINTANG – Wakil Ketua Gerakan Kemenangan Jakarta (Gema Jakarta), Farid Poniman, menjamin program tamasya al-Maidah tidak akan menimbulkan kerawanan pada Pilkada putaran kedua DKI Jakarta, 19 April nanti.

Sebaliknya, potensi kerawanan itu, kata dia, justru datang dari para pendukung pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

“Mengaca pada putaran pertama, yang membuat keributan itu justru dari pihak PA (Penista Agama, red.). Kasus Iwan Bopeng misalnya. Kalau dari umat Islam gak ada. Kami damai. Dan kami sudah terlatih untuk tahan dari berbagai provokasi,” kata Farid saat menjadi pembicara pada seminar yang diselenggarakan Madjid Politika di D’Hotel Jakarta Selatan, Kami (30/3).

Tidak hanya itu, Farid menyebut bahwa program tamasya al-Maidah yang dilaksanakan Gema Jakarta itu dibuat setelah PDI Perjuangan mengeluarkan instruksi kepada seluruh kadernya, DPRD seluruh Indonesia, untuk datang ke Jakarta.

“Jadi instruksi PDIP ke kadernya di seluruh Indonesia itu kami respon dengan program tamasya al-Maidah ini. Terus yang kedua, para eksponen 212 banyak sekali yang ingin menyaksikan langsung Pilkada putaran kedua. Ghirah mereka besar. Maka kami kanalisasi lewat program ini. Justru agar tertib,” kata dia. (SUM)

loading...