Gerakan Santri Nusantara Serukan Pilkada Tanpa Isu SARA

0
ilustrasi

TERASBINTANG.com – Ketua Gerakan Santri Nusantara, Muhammad Utomo mengatakan Indonesia merupakan teladan bagi negara muslim lain di dunia dalam berdemokrasi. Sebab itu, dia berharap pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia yang akan digelar pada Februari 2017 berjalan ideal.

Ideal dalam pandangan Utomo salah satunya adalah Pilkada yang tanpa isu SARA yang hingga saat ini belum bisa diwujudkan sepenuhnya di Pilkada DKI Jakarta.

“Kami tidak dalam rangka mendukung siapapun, kami sedih dan miris melihat keadaan ini,” ujar Utomo kepada wartawan, usai acara deklarasi pilkada damai, di Restoran Bebek Dower, Jakarta Selatan, Jumat (29/10/2016).

Utomo khawatir, penggunaan isu SARA untuk menjatuhkan atau mengangkat elektabilitas calon tetrtentu, berdampak pada perpecahan masyarakat.

“Islam mengajarkan untuk tidak saling membenci sesama manusia, meskipun beda agama,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Utomo, Gerakan Santri Nusantara mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga keutuhan Indonesia, dan menghindari isu SARA. Mereka yang memanfaatkan isu SARA, adalah musuh Gerakan Santri Nusantara.

“Gerakan Santri Nusantara juga mendesak pasangan calon untuk mendeklarasikan kampanye anti SARA,” ujarnya. (wp)

KOMENTAR