Gerindra Ngotot Aktivis Terduga Makar Dibebaskan, Ini Kata Pengamat

0
loading...

TERASBINTANG.com – Politikus Gerindra Sufmi Dasco Ahmad meminta Kepolisian untuk menjadikan peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia yang baru saja diperingati pada Sabtu, 10 Desember 2016 kemarin sebagai momentum untuk membebaskan para aktivis yang ditahan dengan tuduhan makar terhadap Presiden Joko Widodo.

“Terlebih dari segi usia rata-rata mereka dapat dikatakan sudah uzur, sehingga kesehatan mereka bisa bermasalah di dalam rutan. Kalau sampai ada apa-apa dengan kesehatan mereka yang repot ya polisi juga,” ujar Dasco, Minggu (11/12/2016).

Politikus Partai Gerindra itu meminta kepolisian tak membedakan perlakuan terhadap para aktivis dengan perlakuan terhadap tersangka pelaku tindak pidana lain yang mendapatkan keistimewaan.

Dasco berharap terhadap penegak hukum jangan sampai ada anggapan dari masyarakat bila penegakan hukum hanya tajam terhadap orang orang tertentu saja.

Pengamat Indonesia Democracy Network (IDN) Amir Wata menilai, apa yang diminta politikus Gerindra itu sangat tidak masuk akal. Pasalnya, kasus dugaan makar yang menjerat belasan aktivis senior sedang dalam proses hukum yang seharusnya tidak diintervensi oleh pihak mana pun.

Menurut Amir, hukum tak mengenal momentum. Siapapun yang bersalah, apalagi atas dugaan kejahatan menggulingkan pemerintahan yang sah dan dipilih secara demokratis, harus diproses secara hukum. 

“Jangan pakai dalih HAM. HAM itu ada tempatnya masing-masing. Jangan membodohi masyarakat lah. 

Amir meminta supaya semua pihak menghormati dan mengawal proses hukum. Jika nanti keputusannya tak sesuai harapan, tentu masing-masing pihak punya hak sama di mata hukum untuk melakukan gugatan. “Apalagi ini kan masih dalam proses hukum. Mari kita hormati proses ini. Jangan ada intervensi,” katanya.

Ia juga menyayangkan anggapan Dasco yang menuduh seolah-olah hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah. “Ini maksudnya apa? Soal kasus Ahok? Ahok kan juga sudah jadi tersangka sama seperti terduga makar yang juga menyandang status tersangka. Apa lagi? Apanya yang tumpul ke atas? Jangan sampai ada pengadilan opini sebelum adanya keputusan hukum,” katanya.

loading...