Giliran Forum Mahasiswa Kampus Islam Tolak Demo 2 Desember, Ini Alasannya

0

TERASBINTANG.com – Penolakan terhadap aksi demo 2 Desember yang akan digelar di Sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin muncul di mana-mana. Kali ini, giliran Forum Komunikasi (Forkom) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)/Dewan Mahasiswa (Dema) Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia menyatakan menolak rencana demonstrasi 2 Desember di Jakarta.

Forkom menilai, aksi 2 Desember lebih kental aroma politiknya, ketimbang perjuangan agama. Hal ini disampaikan dalam acara Konsorsium Pemuda Islam bertajuk “Merajut Kebersamaan untuk Harmoni Bangsa” di Ciputat, Tangerang Selatan.

Forkom menilai, politik di Indonesia belakangan cenderung kental dengan isu SARA. Bila ini terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin akan menciderai nilai-nilai Pancasila, menghancurkan keberagaman, bahkan dapat memunculkan luka lama berupa primordialisme dan sektarianisme.

Perisitwa terbaru dalam kasus itu, menurut Forkom, adalah aksi bela Islam yang dilakukan beberapa ormas Islam tertentu pada tanggal 4 November.

Aksi-aksi tersebut jelas tidak sejalan dengan Islam sebagai agama yang menjadi rahmat bagi alam semesta.

“Karena itu, pemeluk Islam selazimnya menjadi teladan yang meneduhkan amarah, mendudukkan persoalan dengan kepala dingin, melakukan tabayyun, tapi tentunya juga mengishlahkan pihak-pihak yang berseteru. Bukan malah menjadi salah satu pihak yang berseteru,” kata Forkom BEM PTAI.

Terkait kelanjutan dari aksi bela Islam itu, Forkom tegas menolak rencana demonstrasi 2 Desember mendatang, dan mengecam oknum-oknum yang mengatasnamakan Islam yang berpotensi memecah belah rakyat indonesia (khususnya umat Islam).

Mengingat urgensi masalah tersebut, Forkom mendesak Pemerintah untuk menyelesaikan berbagai konflik yang mengancam keutuhan NKRI dengan cepat, tegas, dan tepat.

Pemerintah juga didesak untuk melakukan mediasi dan mengendalikan situasi agar tercipta suasana berbangsa dan bernegara yang aman, tertib dan harmonis.

KOMENTAR